Kualitas Udara Kaltim Buruk Akibat Karhutla, BPBD Kaltim Buka Posko Siaga Darurat

Eko Pralistio • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 20:19 WIB
Kebakaran lahan di kawasan Betapus, Lempake, Samarinda, belum padam hingga Minggu (6/9) petang. Petugas pemadam dan relawan berjibaku membendung api agar tak meluas. Asap kebakaran pun melebar hingga kawasan perkotaan Samarinda. Di Kaltim, 494,14 hektare lahan kini menjadi objek penanganan perkara, dengan 13 tersangka telah ditetapkan Polda Kaltim. Penyidik juga menelusuri penyebab kebakaran di kawasan usaha. (FOTO: RAMA SIHOTANG/KALTIM POST)
Kebakaran lahan di kawasan Betapus, Lempake, Samarinda. Petugas pemadam dan relawan berjibaku membendung api agar tak meluas. Asap kebakaran pun melebar hingga kawasan perkotaan Samarinda. (FOTO: RAMA SIHOTANG/KALTIM POST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Api belum sepenuhnya padam, tetapi dampaknya sudah lebih dulu masuk ke paru-paru warga. Kepungan karhutla di Kalimantan Timur membuat kualitas udara memburuk. 

Berdasarkan Laporan Harian Posko Siaga Darurat Bencana Karhutla Kaltim per 6 September 2026, kualitas udara di sejumlah wilayah telah masuk kategori tidak sehat akibat tingginya konsentrasi partikel debu halus (PM2.5).

Kondisi tersebut berjalan beriringan dengan tingginya aktivitas kebakaran. Hingga 6 September, terdeteksi 657 titik hotspot yang tersebar di berbagai wilayah Kaltim. Dari jumlah itu, 23 titik teridentifikasi sebagai firespot atau titik api aktif. Kabupaten Paser menjadi wilayah dengan firespot terbanyak, yakni sembilan titik. Berikutnya Samarinda dengan lima titik api.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, minimnya curah hujan membuat lahan mengering dan lebih mudah terbakar. Asap yang dihasilkan pun mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Abu Krakatau Masih Mengancam, 7 Bandara Ditutup Sampai Malam Ini Pukul 23.59 WIB

“Ancaman kekeringan dan bencana karhutla ini masih terjadi karena kondisi cuaca dan curah hujan yang sangat minim, sehingga lahan rawan terbakar dan asapnya mengganggu. Kita ketahui ini terjadi sebagian akibat dari kelalaian manusia juga,” ujar Buyung, Senin (7/9).

Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker juga dianjurkan saat harus bepergian.

Posko Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla dan Asap Akibat Karhutla di kawasan Kantor BPBD Kaltim, Jalan MT Haryono, Samarinda. (FOTO/Pemprov Kaltim)
Posko Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla dan Asap Akibat Karhutla di kawasan Kantor BPBD Kaltim, Jalan MT Haryono, Samarinda. (FOTO/Pemprov Kaltim)

 Di saat yang sama, larangan membuka lahan dengan cara membakar kembali ditegaskan. Pemerintah, kata dia, meminta masyarakat maupun pelaku usaha tidak mengambil jalan pintas yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.

“Saat ini dengan tegas tidak diperbolehkan lagi untuk membuka lahan dengan cara membakar. Ini pun disampaikan langsung oleh Pak Presiden. Bagi yang melanggar ada sanksi tegas,” tegas Buyung.

Di lapangan, penanganan karhutla terus digenjot. Sebanyak 4.026 personel Satgas Darat gabungan dikerahkan. Mereka berasal dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga relawan. Namun, operasi pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber air dan peralatan di lokasi kebakaran. 

Baca Juga: Antrean BBM Mengular di Kaltim, Komisi XII DPR RI Desak BPH Migas Evaluasi Kuota

BPBD Kaltim pun terus memperkuat koordinasi lintas sektor serta mengharapkan tambahan dukungan dari BNPB, termasuk helikopter untuk operasi water bombing.

Pemprov Kaltim juga memperkuat Posko Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla dan Asap Akibat Karhutla di kawasan Kantor BPBD Kaltim, Jalan MT Haryono, Samarinda.

Posko tersebut menjadi pusat pemantauan, komando, sekaligus koordinasi penanganan bencana. Seluruh informasi mengenai hotspot dan firespot dipantau secara intensif untuk menentukan langkah penanganan di lapangan. Informasi dari posko kemudian diteruskan kepada unsur terkait, mulai BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni hingga relawan masyarakat peduli api.

Baca Juga: Tak Melulu Batu Bara dan Sawit, Pisang Bisa Jadi Komoditas Andalan Kaltim

“Posko siaga ini beroperasi penuh untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan tanpa hambatan. Selain berfokus pada mitigasi dan pemadaman titik api, Posko Siaga Darurat juga disiagakan untuk mengantisipasi dampak kekeringan serta meminimalisir risiko gangguan kesehatan akibat dampak asap bagi masyarakat,” kata Buyung.

Menurutnya, kecepatan informasi menjadi salah satu kunci untuk mencegah api membesar. Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi sebelum dikoordinasikan dengan petugas terkait. “Semakin cepat informasi diterima dan direspons, semakin besar peluang kita mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Buyung menegaskan, penanganan karhutla bukan hanya urusan pemerintah dan aparat. Dunia usaha serta masyarakat memiliki peran penting, terutama dalam mencegah munculnya api.

“Kami mengajak semua pihak untuk tidak hanya bergerak ketika api sudah muncul. Kewaspadaan dan pencegahan harus dilakukan sejak awal, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan semakin kering,” jelasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
karhutla Kaltim Kabut Asap Kaltim hotspot Kaltim titik panas kaltim BPBD Kaltim