KRI TNI AL Pantau Anak Krakatau dari Laut: Abu Vulkanik Masih Terlihat, Gunung Kembali Erupsi

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 10:56 WIB
KRI Lepu-861
KRI Lepu-861

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda masih menjadi perhatian. Gunung api yang berstatus Level III atau Siaga tersebut kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Selasa (8/9).

Kondisi terbaru Anak Krakatau turut dipantau dari laut. Kapal Republik Indonesia (KRI) Lepu-861 melakukan pengamatan saat berlayar menuju Pelabuhan Panjang, Lampung.

Pemantauan dari kapal perang TNI Angkatan Laut itu dilakukan setelah kamera pemantau yang berada di lokasi terdekat dengan puncak Anak Krakatau mengalami kerusakan akibat aktivitas erupsi.

Dari jarak sekitar enam mil laut, sebaran abu masih terpantau. Kondisi gunung juga belum dapat diamati secara optimal karena kawasan sekitar puncak tertutup kabut tebal.

Baca Juga: Daftar Puluhan Jenderal Pol Dimutasi Kapolri Agustus 2026, Ini Jabatan Baru yang Diemban

Jarak pandang di sekitar Anak Krakatau dilaporkan hanya sekitar tiga mil laut. Sementara tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1 meter.

Meski tertutup kabut, aktivitas letusan masih terlihat dari hasil pengamatan KRI. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena material vulkanik dapat memengaruhi keselamatan pelayaran di sekitar perairan gunung.

Semburan abu dan hujan debu dinilai berpotensi mengganggu navigasi kapal yang melintas. Tingkat bahayanya juga sangat bergantung pada arah angin yang membawa material erupsi.

Pemantauan dan pertukaran informasi dilakukan bersama BPBD Lampung, Basarnas Lampung, serta sejumlah instansi terkait untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

Tiga Kali Erupsi Selasa Pagi

Aktivitas Anak Krakatau kembali meningkat pada Selasa pagi. Berdasarkan laporan pemantauan gunung api Kementerian ESDM, tercatat tiga kali erupsi hingga pukul 07.49 WIB.

Erupsi pertama terjadi pukul 05.08 WIB. Letusan tidak terlihat secara visual, tetapi terekam alat seismograf dengan amplitudo maksimum 47 milimeter dan berlangsung selama 15 detik.

Sekitar 26 menit kemudian, erupsi kembali terjadi. Aktivitas pada pukul 05.34 WIB tercatat memiliki amplitudo maksimum 44 milimeter dengan durasi 10 detik. Letusan juga tidak teramati secara visual.

Baca Juga: Akhirnya Berlaku Tarif Listrik PLN September 2026, Ini Daftar Harga per kWh Semua Golongan

Erupsi ketiga terjadi pukul 07.49 WIB. Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 48 milimeter dengan durasi 19 detik. Visual letusan kembali tidak terlihat.

Sebelumnya, aktivitas erupsi terus-menerus Anak Krakatau sempat berhenti pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB. Namun, penghentian aktivitas tersebut tidak serta-merta membuat potensi erupsi susulan hilang.

PVMBG Kementerian ESDM menyatakan status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga.

Editor : Uways Alqadrie
Gunung Anak Krakatau erupsi Gunung Anak Krakatau dampak erupsi gunung anak Krakatau KRI Lepu-861 bmkg