1.730 Bencana Terjadi di Indonesia hingga 7 September 2026, 111 Ribu Rumah Rusak

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 15:51 WIB
Grafis istimewa
Grafis istimewa

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Ancaman bencana masih membayangi berbagai wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.730 kejadian bencana terjadi sejak awal 2026 hingga 7 September.

Data tersebut menunjukkan bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian di berbagai daerah. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu bencana dengan frekuensi tertinggi.

Sekretaris Utama BNPB Rustian menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers, Selasa (8/9).

Baca Juga: Isu Black September Muncul, Polri Waspadai Demo 24 September 2026

Dari total kejadian yang tercatat, sebanyak 627 merupakan karhutla. Berikutnya banjir sebanyak 543 kejadian, cuaca ekstrem 324 kejadian, tanah longsor 105 kejadian, kekeringan 101 kejadian, serta gelombang pasang dan abrasi 14 kejadian.

Sementara itu, bencana geologi yang tercatat meliputi 13 kejadian gempa bumi dan tiga kali erupsi gunung api.

Dampak bencana tidak hanya menimbulkan kerugian lingkungan, tetapi juga merusak permukiman dan fasilitas masyarakat. BNPB mencatat 111.533 rumah warga mengalami kerusakan.

Rinciannya, sebanyak 29.143 rumah rusak berat, 24.521 rumah rusak sedang, dan 57.869 rumah masuk kategori rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas publik. BNPB mencatat 2.361 satuan pendidikan dan 867 rumah ibadah terdampak bencana.

Fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan mencapai 230 unit. Selain itu, terdapat 751 kantor dan 92 jembatan yang turut mengalami kerusakan.

BNPB menyebut seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia berada dalam tingkat kerawanan bencana sedang hingga tinggi.

Baca Juga: Daftar Puluhan Jenderal Pol Dimutasi Kapolri Agustus 2026, Ini Jabatan Baru yang Diemban

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk mendukung penanganan bencana sepanjang 2026. BNPB memiliki anggaran sekitar Rp1,055 triliun.

Anggaran tersebut kemudian ditambah dukungan untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak secara mandiri sebesar Rp26,88 miliar. Dengan tambahan tersebut, total anggaran BNPB pada 2026 mencapai sekitar Rp1,082 triliun.

Editor : Uways Alqadrie
gempa bumi NTT Gunung Anak Krakatau erupsi Gunung Anak Krakatau debu gunung Anak Krakatau bnpb