Pemilihan Rektor Unmul 2026: Intip Program Unggulan Abdunnur, Rudianto, dan Fahrul Agus

Eko Pralistio • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 10:23 WIB
CALON REKTOR UNMUL: Abdunnur menyiapkan transisi PTN-BH dan IKN Center, sementara Rudianto Amirta memprioritaskan kesejahteraan dosen-mahasiswa hingga perumahan, sedangkan Fahrul Agus membawa gebrakan kurikulum AI serta Innovation Hub.
CALON REKTOR UNMUL: Abdunnur menyiapkan transisi PTN-BH dan IKN Center, sementara Rudianto Amirta memprioritaskan kesejahteraan dosen-mahasiswa hingga perumahan, sedangkan Fahrul Agus membawa gebrakan kurikulum AI serta Innovation Hub.

KALTIMPOST.ID- Tiga calon rektor Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2026-2030 resmi memaparkan visi dan misi strategis mereka dalam rapat senat di Samarinda, Selasa (8/9/2026). Ketiga figur yang memaparkan program kerja tersebut adalah Abdunnur, Rudianto Amirta, dan Fahrul Agus. Masing-masing kandidat membawa rancangan program unggulan untuk menentukan arah kemajuan kampus terbesar di Kalimantan Timur tersebut selama empat tahun ke depan.

Abdunnur Fokus Akreditasi dan Persiapan PTN-BH

Abdunnur menawarkan lima misi utama yang mencakup penguatan akademik, sumber daya manusia, tata kelola, infrastruktur, hingga kemitraan strategis. Di sektor akademik, ia menargetkan akselerasi akreditasi internasional melalui pembentukan War Room Akreditasi Universitas guna menyasar akreditasi bergengsi seperti ASIIN, AQUN, FIBAA, dan AUN-QA.

Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) juga bakal diperluas agar selaras dengan kebutuhan industri serta Ibu Kota Nusantara (IKN). Identitas riset hutan tropis lembap tetap menjadi pilar utama lewat pusat riset biodiversitas dan lingkungan.

Pada aspek kelembagaan, Abdunnur merancang Smart Campus dan integrasi sistem informasi terpadu guna menopang transisi Unmul menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Hubungan dengan kawasan IKN juga diperkuat lewat rencana pendirian IKN Collaboration Center untuk riset, konsultansi pembangunan, dan penempatan tenaga kerja lulusan.

Rudianto Amirta Utamakan Kesejahteraan dan Kemandirian Finansial

Sementara itu, Rudianto Amirta mengusung delapan misi dengan menitikberatkan programnya pada kesejahteraan sivitas akademika. Agenda prioritasnya meliputi perbaikan sistem remunerasi, percepatan karier dosen dan tenaga kependidikan, jaring pengaman kesehatan, beasiswa, hingga penyediaan fasilitas perumahan.

Rudianto juga mendorong kemandirian finansial kampus melalui pembentukan unit usaha holding, hilirisasi hak kekayaan intelektual, dan pembentukan dana abadi kampus sebagai fondasi menuju status PTN-BH. Di sektor pembinaan mahasiswa, ia menyiapkan sistem peringatan dini akademik serta penguatan pusat karier.

Isu lingkungan kampus yang inklusif turut menjadi perhatian Rudianto melalui pencegahan kekerasan seksual dan penguatan integritas akademik. Untuk pengabdian daerah, ia merancang program Unmul Mengajar yang menyasar kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). 

 

Fahrul Agus Dorong Integrasi Kecerdasan Buatan dan Hilirisasi Riset

Adapun Fahrul Agus membawakan enam misi dengan fokus kuat pada integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan tata kelola digital. Fahrul mengusulkan kurikulum adaptif berbasis AI, ilmu data, dan kewirausahaan, yang ditopang oleh fasilitas double degree dan pembelajaran hibrida internasional.  Untuk mendorong komersialisasi hasil riset, Fahrul merancang pembangunan Unmul Innovation Hub, Science Techno Park, inkubator bisnis, serta Startup Center.

Fasilitas ini disiapkan agar karya ilmiah sivitas akademika memiliki nilai ekonomi nyata di pasar. Transformasi birokrasi kampus juga menjadi perhatiannya lewat program One Data Unmul, AI Academic Assistant, dan konsep Digital Twin Campus. Program pengabdian masyarakat akan difokuskan pada pemberdayaan desa binaan, pendampingan UMKM digital, serta riset transisi energi dan ketahanan pangan. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
pilrek unmul Rektor Unmul