Mal Lembuswana Samarinda Bakal Berubah, Gubernur Kaltim Ingin Kembalikan Masa Kejayaannya

Romdani. • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 07:06 WIB
Rudy Mas
Rudy Mas'ud saat meninjau Mal Lembuswana di Samarinda, Rabu (9/9).

KALTIMPOST.ID-Pemprov Kaltim resmi mengambil alih pengelolaan Mal Lembuswana dan langsung tancap gas membenahi pusat perbelanjaan legendaris di Samarinda tersebut.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud turun langsung meninjau fasilitas mal untuk memastikan percepatan perbaikan sarana demi kenyamanan warga yang berkunjung.

Pengalihan pengelolaan Mal Lembuswana dari PT Cipta Sumina Satresna ke Pemprov Kaltim resmi berlangsung sejak 7 Agustus 2026.

Kini, operasional mal yang berdiri di pusat Kota Samarinda tersebut dipercayakan kepada badan usaha milik daerah, PT Kalimantan Timur Melati Bakti Satya (KTMBS).

Baca Juga: Mulai Jumat, Akses Bundaran Monyet Balikpapan Baru Ditutup Sebagian, Ini Alasannya

Dalam peninjauannya pada Rabu (9/9), Rudy menegaskan komitmennya untuk membangkitkan kembali geliat aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

“Kita akan hidupkan kembali masa kejayaan Mal Lembuswana,” ucap gubernur yang akrab disapa Harum itu di sela peninjauan.

Sejumlah langkah perbaikan fisik disiapkan dalam waktu dekat untuk memanjakan para pengunjung.

Pembenahan difokuskan pada perbaikan sistem pendingin ruangan (AC), sarana toilet, instalasi penerangan di dalam gedung, hingga pengaspalan akses jalan kawasan mal.

Untuk penanganan jalan di lingkungan mal, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim diminta bergerak cepat.

Gubernur memberi tenggat waktu selama sepuluh hari agar kondisi jalan kembali mulus dilintasi kendaraan.

“Pak Iing tolong hitamkan semua jalan di sini. Biar pengunjung nyaman masuk sini,” perintah Rudy kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim Irhamsyah. Instruksi itu langsung disanggupi dengan target perbaikan rampung pada 20 September 2026.

Baca Juga: Dituntut 12 Tahun Penjara, Terdakwa Kekerasan Seksual Anak di Balikpapan Siapkan Pledoi

Selain akses jalan, pengelola juga menyiapkan pemasangan layar videotron promosi berukuran besar.

Media luar ruang tersebut akan dipasang di salah satu sudut mal yang menghadap langsung ke area Simpang Empat Lembuswana.

Saat menyusuri lantai mal, Rudy turut berdialog dengan para penyewa stan (tenant). Para pedagang berharap kelengkapan fasilitas serta variasi pengisi stan terus ditingkatkan agar daya tarik pengunjung kembali meningkat pesat.

Aktivitas di Mal Lembuswana sendiri mulai menunjukkan tren positif dalam beberapa pekan terakhir.

Rata-rata kunjungan mencapai 8.000 orang pada hari kerja dan melonjak hingga 10.000 orang saat akhir pekan, dengan volume kendaraan parkir mencapai 3.000 hingga 4.000 unit per hari.

“Kepada seluruh masyarakat Kaltim mari datang ke Mal Lembuswana, lihat perubahannya dan belanjanya juga di Mal Lembuswana,” seru Rudy.

Sebelum meninjau mal, rombongan Pemprov Kaltim juga memeriksa aset daerah lain di Kompleks Gelora Kadrie Oening Samarinda, yakni Hotel Claro Pandurata.

Kawasan ini rutin menjadi magnet ribuan warga untuk berolahraga dan berburu aneka kuliner saat akhir pekan.

Rudy meminta peningkatan fasilitas dan pembenahan akses keamanan menuju hotel yang juga dikelola PT KTMBS tersebut.

Baca Juga: Terdakwa Kekerasan Seksual Anak Dituntut 12 Tahun, Kuasa Hukum Korban Bakal Menuntut Pemerintah

Optimalisasi aset perhotelan ini diarahkan untuk memperkuat kontribusi penerimaan asli daerah (PAD) bagi Kaltim.

Rangkaian peninjauan diakhiri dengan melihat kondisi Stadion Madya Sempaja. Rudy berpesan kepada Plt Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading agar stadion terus dirawat secara berkala sehingga tetap siap digunakan sebagai arena pemusatan latihan atlet daerah.

Pembenahan menyeluruh terhadap deretan aset strategis milik Pemprov Kaltim ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memberikan sumbangsih nyata bagi penerimaan daerah. (rd)

Editor : Romdani.
gubernur kaltim rudy mas'ud Mal Lembuswana Samarinda ibu kota nusantara Wali Kota Samarinda Andi Harun Kutai Barat