KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Pergerakan bisnis tambang batu bara nasional kembali diramaikan kabar akuisisi besar. Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam dikabarkan tengah mengajukan penawaran untuk mengambil alih 62 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Nilai transaksi yang disebut mencapai sekitar US$3 miliar atau setara Rp52,6 triliun. Perhitungan tersebut menggunakan kurs JISDOR Bank Indonesia sebesar Rp17.552 per dolar AS pada 9 September 2026.
Laporan Bloomberg menyebutkan, tawaran tersebut diajukan melalui entitas yang berada di bawah kendali Haji Isam. Sasaran transaksi merupakan saham yang saat ini dimiliki keluarga Low Tuck Kwong.
Baca Juga: Berusia 41 Tahun, Ini Kemampuan Perang Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Low Tuck Kwong diketahui memegang sekitar 40 persen saham Bayan Resources. Sementara putrinya, Elaine Low, menguasai sekitar 22 persen. Jika seluruh saham tersebut berpindah tangan, Haji Isam berpotensi memperoleh posisi sebagai pemegang saham pengendali Bayan.
Namun, nilai penawaran tersebut jauh berada di bawah valuasi BYAN di pasar saham.
Kapitalisasi pasar Bayan Resources berada di kisaran US$26 miliar. Dengan demikian, tawaran sekitar US$3 miliar untuk 62 persen saham tersebut mencerminkan diskon yang sangat besar terhadap nilai pasar perusahaan.
Besarnya perbedaan valuasi itu menjadi salah satu perhatian utama dalam rencana transaksi. Terlebih, jumlah saham publik BYAN relatif terbatas sehingga perdagangan sahamnya tidak selalu mencerminkan nilai transaksi untuk kepemilikan dalam jumlah besar.
Negosiasi Belum Final
Meski kabar akuisisi kembali mencuat, transaksi tersebut belum dapat dipastikan terealisasi.
Pembicaraan antara pihak Haji Isam dan keluarga Low disebut masih berlangsung. Artinya, belum ada kepastian mengenai kesepakatan jual beli saham maupun penyelesaian transaksi.
Laporan Bloomberg juga menyebutkan pembayaran berpotensi dilakukan secara bertahap, bukan seluruhnya sekaligus.
Sebelumnya, Bayan Resources juga pernah menyatakan belum mengetahui adanya rencana pengambilalihan oleh Haji Isam. Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, perseroan menyebut tidak menerima informasi mengenai rencana akuisisi tersebut.
Bisa Perbesar Bisnis Batu Bara Haji Isam
Jika transaksi benar-benar terealisasi, akuisisi tersebut akan menjadi langkah besar bagi ekspansi bisnis batu bara Haji Isam.
Kelompok usaha Jhonlin yang dikendalikan Haji Isam telah memiliki bisnis pertambangan batu bara dalam skala besar. Pengambilalihan Bayan akan mempertemukan dua kekuatan besar di industri batu bara nasional dan berpotensi mengubah peta persaingan sektor tersebut.
Baca Juga: 1.730 Bencana Terjadi di Indonesia hingga 7 September 2026, 111 Ribu Rumah Rusak
Di sisi lain, industri batu bara saat ini menghadapi tantangan dari kebijakan pengendalian produksi dan tren transisi energi. Pemerintah juga melakukan penyesuaian kuota produksi sejumlah perusahaan tambang untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
Bayan menjadi salah satu perusahaan yang turut menghadapi dampak kebijakan tersebut.
Karena itu, akuisisi dengan nilai sekitar Rp52,6 triliun bukan sekadar perpindahan kepemilikan saham. Jika terealisasi, aksi tersebut berpotensi menjadi salah satu transaksi terbesar yang mengubah konfigurasi bisnis batu bara Indonesia.
Editor : Uways Alqadrie