Karhutla Meluas Hingga Paser Krisis Air! BNPB Gempur Api di Kaltim Lewat Udara

Eko Pralistio • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 09:13 WIB
Helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikerahkan secara estafet untuk mengejar titik api di Kaltim. (FOTO/Pemprov Kaltim)
Helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikerahkan secara estafet untuk mengejar titik api di Kaltim. (FOTO/Pemprov Kaltim)

KALTIMPOST.ID-Perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur mulai digerakkan dengan cara yang berbeda. Helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikerahkan secara estafet untuk mengejar titik api yang terus berpindah, sementara tim darat berjibaku di tengah medan berat dan krisis air.

Operasi udara itu menjadi salah satu andalan Pemprov Kaltim bersama BNPB dan satgas gabungan untuk menekan karhutla yang kian mengkhawatirkan. Pengerahan helikopter dilakukan dinamis, menyesuaikan perkembangan titik panas dan kebakaran aktif di sejumlah kabupaten/kota.

Berdasarkan pemutakhiran Posko Siaga Darurat Karhutla Kaltim per 7 September 2026, terdeteksi 761 titik hotspot di seluruh Kaltim. Dari jumlah tersebut, 28 titik terkonfirmasi sebagai firespot aktif. Kabupaten Paser menjadi wilayah dengan firespot terbanyak, yakni 13 titik, disusul Berau tujuh titik. Kondisi itu mendorong pemerintah memperkuat intervensi dari udara. Selain titik api yang sulit dijangkau dari darat, persoalan sumber air dan medan yang berat membuat pemadaman konvensional tak selalu bisa diandalkan.

Bergerak dari Samarinda ke Kukar, Lalu Kubar

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, operasi water bombing dirancang bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain berdasarkan tingkat urgensi. "Mudah-mudahan pelaksanaan hari ini semakin baik. Kemarin kita sudah melakukan patroli dan water bombing di wilayah Samarinda. Hari ini pemadaman udara difokuskan untuk area Kutai Kartanegara, mencakup wilayah pantai hingga luar pantai, sekaligus membantu tim darat yang terus melakukan ground check," ujar Buyung dalam briefing operasi udara, Rabu (9/9).

Pola estafet itu selanjutnya disiapkan bergerak ke wilayah barat dan utara Kaltim. Kutai Barat diproyeksikan menjadi sasaran berikutnya. Jika kondisi belum memungkinkan, operasi akan dialihkan ke Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser sebelum bergerak ke Berau. "Karena rencana besok (10/9) operasi akan kita geser ke Kutai Barat. Jika belum memungkinkan, opsi cadangan akan diarahkan ke Penajam Paser Utara dan Paser, baru kemudian berlanjut ke Berau," katanya.

Menurut Buyung, efektivitas operasi udara sangat bergantung pada koordinasi antara tim udara dan tim di darat. Karena itu, seluruh BPBD kabupaten/kota diminta aktif mengirimkan perkembangan titik api dan koordinat sasaran kepada posko utama.

"Data presisi hotspot dan firespot tersebut sangat vital bagi tim udara dalam menentukan target pengeboman air secara tepat dan efektif di lapangan," ujar Pendamping Penanggulangan Karhutla BNPB untuk Kaltim, Riski. BNPB menyatakan dukungan helikopter water bombing diberikan untuk memperkuat kerja Satgas Darat yang selama ini melakukan pemantauan dan pemadaman di lapangan. (riz)

 

Editor : Muhammad Rizki
karhutla Kaltim Water Bombing BNPB BPBD Kaltim