KALTIMPOST.ID- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digulirkan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terpaksa dihentikan sementara akibat ketiadaan bibit awan konvektif di langit Kalimantan Timur. Kondisi cuaca yang terik dan langit yang terlalu cerah membuat proses penyemaian garam di udara tidak dapat membuahkan hujan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano, membenarkan kendala teknis dalam pelaksanaan rekayasa cuaca tersebut. Upaya menciptakan hujan buatan sebelumnya disiapkan guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat selama musim kemarau. "OMC sempat dilakukan sebagian di kawasan IKN. Tapi operasinya terpaksa dihentikan sementara karena tidak ada bibit awan. Cuaca yang terlalu cerah membuat penyemaian garam sulit dilakukan," ungkap Tresna.
Ancaman karhutla di Benua Etam diperkirakan masih belum akan usai dalam waktu dekat. Dampak fenomena kekeringan El Nino masih terus meningkatkan kerentanan kebakaran vegetasi dan lahan gambut di berbagai wilayah Kaltim. Prakiraan kemunculan hujan ringan pada Oktober pun dipandang belum memadai untuk menuntaskan masalah karhutla. Guyuran hujan dengan intensitas rendah dinilai belum mampu membasahi lapisan tanah gambut yang kering hingga ke lapisan dalam. (riz)
Editor : Muhammad Rizki