Bukan Cuma Karhutla, Warga Mulai Menjerit Krisis Air Bersih Akibat Kemarau

Eko Pralistio • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 09:36 WIB
API TERUS MELUAS: Kebakaran lahan di Bantuas, Kecamatan Palaran, Samarinda, terus meluas hingga Selasa (8/9) sore. Petugas BPBD Samarinda bersama relawan berjibaku mengendalikan perambatan api agar tak semakin meluas. Hingga petang, kebakaran belum sepenuhnya terkendali. (FOTO: RAMA SIHOTANG/KP)
EFEK KEMARAU: Selain memicu peningkatan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman penurunan kualitas udara, dampak kemarau panjang El Niño mulai memicu krisis air bersih di wilayah permukiman.. (FOTO: RAMA SIHOTANG/KP)

KALTIMPOST.ID- Dampak kemarau panjang kini tidak hanya memicu kebakaran lahan, tetapi juga telah merembet pada persoalan krisis air bersih bagi masyarakat. Salah satu wilayah yang mulai merasakan dampak kelangkaan air bersih secara signifikan adalah Kabupaten Paser.

Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kaltim mulai bergerak menyalurkan bantuan air bersih secara langsung. Pendistribusian air dilakukan dengan mengerahkan armada truk tangki menyasar kawasan permukiman warga yang terdampak kekeringan. Selain menyalurkan air bersih, pemerintah daerah terus mewaspadai ancaman penurunan kualitas udara akibat kepungan asap karhutla.

Baca Juga: Karhutla Meluas Hingga Paser Krisis Air! BNPB Gempur Api di Kaltim Lewat Udara

Operasi pemadaman dari udara melalui teknik water bombing tetap diandalkan untuk menjangkau titik api yang sulit ditembus lewat darat. Langkah pemadaman udara tersebut diharapkan mampu mencegah luasan kebakaran bertambah sekaligus menekan pekatnya kabut asap. Pemerintah Provinsi Kaltim juga meminta sektor swasta, khususnya perusahaan pemegang izin perkebunan dan kehutanan, untuk memperketat patroli di konsesi masing-masing.

Kesiapsiagaan dini dinilai sangat krusial agar kemunculan titik api dapat segera dipadamkan sebelum berkembang tidak terkendali. Koordinasi cepat antara perusahaan, pemadam lapangan, dan otoritas kebencanaan menjadi penentu keberhasilan mitigasi karhutla.

Baca Juga: Langit Terlalu Cerah, Semai Garam Hujan Buatan di Kawasan IKN Terpaksa Disetop

"Sebab, semakin cepat firespot ditemukan dan dilaporkan, semakin besar peluang api dipukul sebelum berubah menjadi kebakaran yang lebih luas," kata Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan. Mengenai indikasi adanya unsur kelalaian atau kesengajaan manusia di balik kebakaran lahan, pihak BPBD menyerahkan penyelidikan penuh kepada aparat kepolisian. Penegakan hukum yang tegas diharapkan memberi efek jera bagi pihak yang membuka lahan dengan cara dibakar. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
El Nino 2026 karhutla Kaltim Krisis Air Bersih Paser BPBD Paser