LAPSUS: Harga Pertalite di Pedalaman Kubar Tembus Rp 20 Ribu Per Liter, Pemkab Ajukan Tambahan Kuota

Sunardi Kaltim Post • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 13:07 WIB
Antrean panjang kendaraan di salah satu SPBU di Balikpapan. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)
Ilustrasi SPBU

KALTIMPOST.ID-Pemkab Kutai Barat (Kubar) mengajukan penambahan kuota pertalite untuk menjaga ketersediaan sekaligus memperbaiki distribusi BBM bersubsidi di masyarakat.

Sekkab Kubar Erik Victory mengatakan, pemkab telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disdagkop) untuk merumuskan skenario penyaluran sekaligus pengajuan tambahan kuota. “Hari ini kita akan mengundang rapat koordinasi lagi kepala dinas dan kepala bidang yang membidanginya,” kata Erik, Jumat (11/9).

Menurutnya, pembenahan mekanisme distribusi diperlukan untuk memastikan pertalite tepat sasaran. Sementara opsi penambahan SPBU yang menyalurkan BBM bersubsidi masih dikaji. Hingga kini, belum ada rencana pembangunan SPBU baru.

Persoalan distribusi menjadi perhatian karena terdapat disparitas harga pertalite di tingkat pengecer. Di kawasan Barong Tongkok dan sekitarnya, harga eceran berkisar Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per liter.

Baca Juga: Polda Kaltim Gandeng Paguyuban Demak Kalijogo Balikpapan Jaga Kamtibmas, CCTV Jadi Perhatian

Sementara di wilayah yang lebih jauh dari Sendawar, harga Pertalite mencapai Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per liter.

Pemkab berharap penambahan kuota dan pembenahan pola distribusi dapat menekan disparitas harga, terutama bagi masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Persoalan ketersediaan pertalite juga menjadi perhatian di wilayah pedalaman Kaltim. Sebagai gambaran, kuota Pertalite Kabupaten Mahakam Ulu pada 2026 tercatat mencapai 10.975 kiloliter (kl). (rd)

Editor : Romdani.
antre BBM subsidi Pertalite langka kilang Pertamina Balikpapan SPBU 24 jam Balikpapan Kutai Barat