LAPSUS: Wali Kota Balikpapan Siapkan Lima SPBU Segera Jual Pertalite Khusus Motor, Ini Lokasinya

Dina Angelina • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta melarang pembakaran sampah sembarangan melalui Surat Edaran terbaru. (ANGGI PRADITHA/KP)
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. (ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID-Di Balikpapan, upaya mengurai antrean panjang pertalite memasuki tahap baru. Pemkot Balikpapan sebelumnya sudah mengumumkan sedang menyiapkan lima titik SPBU untuk mulai melayani BBM bersubsidi tersebut, khusus kendaraan roda dua.

Langkah ini diharapkan membagi konsentrasi antrean yang selama ini menumpuk di sejumlah SPBU. Namun, penerapannya masih menunggu surat penetapan penyaluran dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, persetujuan tersebut diharapkan terbit pekan ini. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian berada di wilayah Balikpapan Timur hingga Kebun Sayur.

“Insyaallah, mudah-mudahan minggu ini surat persetujuannya turun. Terutama yang ada di Balikpapan Timur yaitu Batakan dan Manggar, termasuk juga Kebun Sayur. Tapi khusus untuk roda dua dulu,” ujar Rahmad, Kamis (10/9).

Baca Juga: Polda Kaltim Gandeng Paguyuban Demak Kalijogo Balikpapan Jaga Kamtibmas, CCTV Jadi Perhatian

Lima titik yang disiapkan yakni SPBU Teritip, Batakan, Grand City, Gunung Bahagia depan Majesty, dan Kebun Sayur. SPBU tersebut baru dapat menyalurkan pertalite setelah memperoleh izin BPH Migas serta menyelesaikan proses uji tera.

Bagi Pemkot, penambahan titik penyaluran menjadi bagian dari evaluasi terhadap pengaturan antrean yang berjalan saat ini. Antrean yang terlalu panjang dinilai tidak hanya menyulitkan pengendara, tetapi juga berpotensi mengganggu lalu lintas dan aktivitas ekonomi di sekitar SPBU.

“Kalau lebih banyak manfaatnya, tentu akan kita lakukan terus. Tapi kalau lebih banyak mudaratnya seperti menyusahkan masyarakat, ekonomi terganggu, dan pengguna jalan umum juga terganggu, ini akan kita evaluasi,” tegasnya.

Rahmad menyebut kondisi antrean mulai membaik dibandingkan sebelum regulasi diterapkan. Dengan dibukanya lima titik tambahan untuk roda dua, konsentrasi kendaraan diharapkan semakin terbagi.

Jika skema tersebut berjalan efektif, Pemkot Balikpapan akan mempertimbangkan pengajuan penambahan penyalur pertalite bagi kendaraan roda empat.

Di sisi lain, pemkot masih menyoroti pola antrean kendaraan roda empat di sejumlah SPBU. Rahmad menyebut pengendara di SPBU MT Haryono dan Sepinggan kerap sudah mengantre sejak sekitar pukul 20.00 Wita, sementara jadwal resmi antrean baru dimulai pukul 22.00 Wita.

Baca Juga: Beli Cash, Rumah Ratusan Konsumen Balikpapan Regency Belum Juga Dibangun, Kini Bakal ke Jalur Hukum

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar pengaturan yang dibuat pemerintah tidak justru menimbulkan persoalan baru di jalan.

“Kami minta masyarakat dan aparat bekerja sama, berkolaborasi, dan memberikan informasi. Karena kalau siang, mudaratnya banyak, pedagang dan pengguna jalan akan terganggu. Kami mohon maaf kepada seluruh warga dan akan terus berupaya mencari solusi terbaik,” pungkas Rahmad. (rd)

Editor : Romdani.
spbu 24 jam Pertalite langka Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud kilang Pertamina Balikpapan antrean bbm