Kaltim Lumbung Energi Tapi Masih Ada Desa Gelap, Gubernur Rudy Mas'ud Targetkan 2027 Tuntas

Eko Pralistio • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 06:37 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN pada Desa Belum Berlistrik di Kaltim, di Ruang Serbaguna Samaun Samadikun, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta Selatan, Senin (14/9). (FOTO/PEMPROV KALTIM)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ironi listrik masih membayangi Kalimantan Timur. Daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung energi nasional itu ternyata masih memiliki puluhan desa yang belum menikmati aliran listrik PLN. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud tak ingin kondisi tersebut berlarut. Dirinya menargetkan seluruh desa di Benua Etam sudah teraliri listrik PLN pada akhir 2027. 

Target itu disampaikan Rudy dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN pada Desa Belum Berlistrik di Kaltim, di Ruang Serbaguna Samaun Samadikun, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta Selatan, Senin (14/9).

Di hadapan Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno, Rudy menegaskan, persoalan listrik bukan sekadar soal ada atau tidaknya aliran listrik. Keandalan pasokan juga menjadi persoalan. “Kaltim ini lumbungnya energi, Pak Dirjen. Tapi listrik kita belum semua menikmati. Bukan hanya teraliri, tapi juga harus andal. Tidak seperti hari ini, listrik gantian hidup, bukan gantian mati,” kata Rudy dikutip dari keterangan resimnya.

Baca Juga: Bisa Cair Tanpa Tunggu APBD-P, Begini Solusi DPRD Selesaikan Polemik TPP ASN RSUD AWS dan RSKD

Menurutnya, listrik yang tidak stabil tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi itu juga bisa menghambat investasi. Sebab, dunia usaha membutuhkan kepastian pasokan energi untuk menjalankan proyek dan kegiatan produksi. “Listrik sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat dan mendorong gairah investasi,” tegasnya.

Data Pemprov Kaltim menunjukkan, hingga akhir 2025 terdapat 109 desa dari total 1.038 desa/kelurahan yang belum teraliri listrik PLN. Kebutuhan jaringan antardesa maupun antardusun yang belum terjangkau listrik mencapai sekitar 926,55 kilometer sirkuit (kms).

Tak sedikit warga yang terdampak. Tercatat sekitar 58.725 kepala keluarga (KK) belum menikmati layanan listrik PLN. Pemprov Kaltim sebenarnya telah melakukan sejumlah intervensi. Pada 2025, misalnya, pemerintah daerah menjalankan Program Pra-PLN. Salah satunya melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Alat Penyalur Daya Listrik (Apdal) di 13 desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Perluasan jaringan listrik juga dilakukan di 16 desa. Program tersebut menyasar sekitar 1.600 rumah atau 1.803 KK. Infrastruktur yang dibangun meliputi Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) sepanjang 43.157 meter, Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 26.879 meter, serta 28 unit trafo.

Baca Juga: Empat Perusahaan di Kaltim Disegel KLH Akibat Karhutla, Terancam Denda Triliunan

Upaya itu mulai menunjukkan hasil. Pada semester I 2026, jumlah desa yang belum berlistrik turun menjadi 72 desa. Pemprov Kaltim sebelumnya meminta pemerintah pusat membantu penyambungan listrik ke 37 desa non-PLN.

Rudy menyebut, penyelesaian akan dikebut secara bertahap. Tahun ini, Pemprov Kaltim mengusulkan penyelesaian untuk 36 desa non-PLN. Sementara 36 desa lainnya ditargetkan rampung pada 2027. “Tahun ini kita usulkan lagi penyelesaian untuk 36 desa non-PLN dan 2027 akan diselesaikan 36 desa lainnya,” ujarnya.

Jika target itu terealisasi, Kaltim bakal lebih cepat mencapai elektrifikasi desa 100 persen dibanding target nasional. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh desa di Indonesia menikmati listrik PLN pada 2029.

Baca Juga: Kapan Listrik Kaltim Kembali Normal? DPRD Segera Gelar RDP Tagih Janji PLN

Saat ini, 72 desa yang belum teraliri listrik PLN tersebar di enam kabupaten. Rinciannya, Paser empat desa, Kutai Barat 21 desa, Berau 21 desa, Mahakam Ulu 11 desa, Kutai Kartanegara delapan desa, dan Kutai Timur 13 desa.

Rudy meminta seluruh pihak mengawal target tersebut. Baginya, akses listrik merupakan bagian dari pembangunan yang harus dirasakan seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil. “Kami harus memastikan semua rakyat Kaltim menikmati akses listrik PLN. Karena itu, mari kita kawal bersama agar pada 2027 seluruh desa di Kaltim sudah 100 persen berlistrik PLN,” tandasnya.

Senada, Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan dukungan terhadap percepatan elektrifikasi di Kaltim. Dia mengapresiasi upaya Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten dalam mendorong penyediaan listrik hingga ke desa-desa.

“Kami apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kaltim dan para bupati. Kami sangat mendukung percepatan penyediaan dan pemenuhan listrik di Kalimantan Timur. Kami akan lakukan seoptimal mungkin,” jelas Tri, dikutip dari keterangan resmi Pemprov Kaltim. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Rudy Mas'ud listrik kaltim listrik desa kaltim kelistrikan kaltim elektrifikasi kaltim