Bisnis Pegadaian Tumbuh 19 Persen, Nasabah Makin Jarang ke Outlet tapi Nilai Transaksi Justru Membes

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 18:00 WIB
Rinaldi Lubis dan manajemen Pegadaian bersama jajaran KPG yang dipimpin Erwin D Nugroho. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)
Rinaldi Lubis dan manajemen Pegadaian bersama jajaran KPG yang dipimpin Erwin D Nugroho. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID-Transformasi layanan mengubah pola transaksi nasabah PT Pegadaian. Kunjungan masyarakat ke outlet mulai berkurang seiring berkembangnya layanan digital.

Namun, nilai transaksi justru semakin besar. Bisnis gadai dan emas menjadi salah satu penopang pertumbuhan perusahaan.

Perkembangan tersebut mengemuka dalam kunjungan jajaran Kaltim Post Group (KPG) ke PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) IV Balikpapan, Rabu (16/9). Rombongan KPG dipimpin Direktur Utama Kaltim Post Erwin D Nugroho.

Pertemuan membahas perkembangan bisnis dan layanan Pegadaian sekaligus peluang kolaborasi dalam memperluas informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga: PB Hevindo Balikpapan Bawa Pulang Emas dari Sirnas A Jogjakarta, Elsa Berjaya di Ganda Campuran

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Rinaldi Lubis mengatakan, kinerja perusahaan sepanjang tahun ini menunjukkan pertumbuhan positif. Secara year to date (YTD), bisnis Pegadaian tumbuh 19 persen sejak awal tahun.

“Kalau pertumbuhan kita itu dari awal tahun cukup baik. Sampai saat ini, pertumbuhan bisnis kita secara year to date di angka 19 persen,” kata Rinaldi.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang bisnis gadai dan emas. Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap emas ikut mendorong permintaan terhadap sejumlah produk Pegadaian, seperti Tabungan Emas dan Cicil Emas.

Pada saat bersamaan, perubahan perilaku nasabah membuat Pegadaian terus memperkuat layanan digital.

Salah satunya melalui aplikasi Tring yang memungkinkan berbagai transaksi dilakukan melalui telepon seluler.

Digitalisasi membuat sebagian nasabah tidak lagi harus mendatangi outlet untuk bertransaksi.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat melakukan perpanjangan transaksi, top up Tabungan Emas, hingga Cicil Emas.

Baca Juga: Bocah 8 Tahun Diduga Dicabuli Oknum Guru, Wawali Balikpapan Ingatkan Orangtua Jangan Lengah

“Kalau dulu kita lihat outlet-outlet Pegadaian itu selalu ramai dan penuh. Nah, sekarang dengan adanya aplikasi seperti Tring, jumlah masyarakat yang datang itu jauh lebih sedikit, tetapi transaksinya semakin besar,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya minat terhadap emas, Rinaldi mengingatkan masyarakat agar tetap mempertimbangkan tujuan investasi.

Kenaikan harga emas tidak semestinya membuat masyarakat membeli hanya karena mengikuti tren atau mengejar keuntungan dalam waktu singkat.

Menurut dia, emas pada dasarnya merupakan instrumen lindung nilai sekaligus investasi jangka panjang. Karena itu, keputusan membeli perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan jangka waktu investasi.

“Yang salah kaprah adalah membeli emas untuk spekulasi jangka pendek. Hakikat emas itu adalah instrumen lindung nilai dan investasi jangka panjang, bukan alat spekulasi,” tegasnya.

Pegadaian Kanwil IV Balikpapan memiliki cakupan wilayah kerja seluruh Kalimantan. Operasionalnya terbagi dalam lima area, yakni Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, dan Tarakan.

Selain gadai dan emas, Pegadaian menjalankan program pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pendampingan diberikan kepada UMKM binaan, termasuk dengan melibatkan pelaku usaha dalam berbagai kegiatan perusahaan.

Dalam pertemuan tersebut, KPG turut memperkenalkan ekosistem dan berbagai kanal media yang dimiliki.

Baca Juga: Oknum Guru SMA di Balikpapan Diduga Cabuli Bocah 8 Tahun di Tempat Bimbel, Kasus Ditangani Polisi

Sementara Pegadaian memaparkan perkembangan bisnis, digitalisasi layanan, produk emas, serta program pembinaan UMKM.

Pertemuan sekaligus membuka peluang kolaborasi kedua pihak. Terutama dalam memperluas penyampaian informasi dan edukasi mengenai layanan keuangan, investasi emas, serta pengembangan UMKM kepada masyarakat di Kalimantan. (rd)

Editor : Romdani.
penajam paser utara ibu kota nusantara Pegadaian Balikpapan gadai emas tabungan emas