Pertalite dari Balikpapan Dikirim ke Makassar, Pertamina Buka Suara soal Pasokan untuk Warga Lokal

Muhammad Taufik • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 18:21 WIB
Kendaraan antre pertalite di SPBU Karang Anyar yang lokasinya dekat dengan Kilang Pertamina Balikpapan. (FOTO FUAD MUHAMMAD/KP)
Kendaraan antre pertalite di SPBU Karang Anyar yang lokasinya dekat dengan Kilang Pertamina Balikpapan. (FOTO FUAD MUHAMMAD/KP)

KALTIMPOST.ID-Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dari Balikpapan ke wilayah Indonesia Timur, termasuk Makassar dan sekitarnya, tidak mengurangi pasokan untuk kebutuhan masyarakat setempat.

Distribusi tersebut merupakan bagian dari sistem pasokan Pertamina yang terintegrasi secara nasional.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Isfahani mengatakan, Kilang Balikpapan memang memiliki peran strategis dalam menopang kebutuhan BBM sejumlah wilayah. Produksinya tidak hanya dialokasikan untuk Balikpapan.

“Penyaluran BBM se-Indonesia, Pertamina itu terintegrasi. Terintegrasi dari tujuh kilang utama se-Indonesia. Sebagian tentu saja saling mendukung,” kata Isfahani di Polda Kaltim, Rabu (16/9).

Baca Juga: BDK Balikpapan Buka Evaluasi Layanan ke Publik, Masukan Pengguna Bakal Jadi Dasar Perbaikan

Menurut dia, BBM dari Balikpapan turut menopang kebutuhan di sebagian wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, hingga Indonesia Timur.

“Balikpapan ini kilangnya juga men-support Indonesia Timur dan sebagian Kalimantan Timur dan Utara,” ujarnya.

Sistem terintegrasi membuat kebutuhan BBM antardaerah tidak hanya bergantung pada satu kilang. Pasokan untuk wilayah Kalimantan juga dapat didukung kilang lain, seperti Dumai dan Cilacap.

“Adapun untuk kebutuhan lainnya, Kalimantan di-support oleh kilang-kilang lain seperti Dumai, Cilacap, dan lain-lain. Ini adalah sistem terintegrasi,” jelasnya.

Isfahani menegaskan, pengiriman BBM dari Balikpapan ke daerah lain bukan berarti alokasi untuk masyarakat setempat dikurangi.

“Jadi, penyaluran ke wilayah-wilayah tersebut tidak mengurangi pendistribusian kebutuhan masyarakat di Balikpapan ini,” tegasnya.

Baca Juga: Bisnis Pegadaian Tumbuh 19 Persen, Nasabah Makin Jarang ke Outlet tapi Nilai Transaksi Justru Membes

Pertamina memastikan ketersediaan BBM masih dalam kondisi aman. Secara nasional, stok operasional disebut berada di atas rata-rata 15 hari.

Stok tersebut bersifat dinamis karena terus diperbarui melalui produksi kilang dan kedatangan kargo. Sistem pasokan juga ditopang sejumlah terminal untuk menjaga kesinambungan distribusi.

“Jadi sebenarnya stok aman yang kita sampaikan untuk tidak perlu khawatir,” pungkas Isfahani. (rd)

Editor : Romdani.
letjen lucky avianto antre BBM subsidi spbu 24 jam Pertalite langka Kutai Barat