KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kabut asap yang menyelimuti Kota Samarinda semakin berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dan mengalihkannya menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kebijakan tersebut berlaku selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 September 2026. PJJ diberlakukan bagi satuan pendidikan di Kota Samarinda menyusul kondisi kualitas udara yang semakin memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Disdikbud Kota Samarinda Nomor 400.3.5/9187/100.01/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Akibat Dampak Kabut Asap Karhutla di Lingkungan Satuan Pendidikan Kota Samarinda, tertanggal 16 September 2026.
Baca Juga: Antrean Pertalite Makin Panjang di Kaltim, DPRD Minta Gubernur Turun Tangan
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Samarinda dan sekitarnya yang semakin memburuk dan masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap. Kebijakan itu juga mempertimbangkan data dari sejumlah instansi terkait serta rekomendasi Dinas Kesehatan Kota Samarinda.
Selama PJJ berlangsung, guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas kedinasan melalui skema Work From Office (WFO) atau Work From Home (WFH), sesuai pengaturan kepala sekolah.
Materi pembelajaran diarahkan pada tugas terstruktur, literasi, dan penguatan karakter. Sekolah diminta tidak memberikan tugas secara berlebihan kepada peserta didik.
Absensi peserta didik dan guru juga tetap dilakukan secara daring. Sekolah diminta mengoptimalkan komunikasi dan pengawasan pembelajaran mandiri melalui sarana komunikasi daring atau grup kelas bersama orang tua dan wali murid.
Disdikbud juga mengimbau orang tua mengawasi aktivitas anak selama masa PJJ. Peserta didik diminta membatasi kegiatan di luar ruangan, menggunakan masker apabila diperlukan, serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Orang tua juga diimbau memastikan anak mengonsumsi cukup air putih dan makanan bergizi selama berada di rumah.
Baca Juga: Tire Center PT Teguh Jaya Abadi Sentosa Hadir di Samarinda, Solusi Kebutuhan Ban dan Kendaraan
Plt Kepala Disdikbud Kota Samarinda Ibnu Araby mengatakan kebijakan tersebut akan terus disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara dan kondisi keselamatan warga sekolah.
“Kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah dijadwalkan kembali dengan memperhatikan evaluasi perkembangan kualitas udara terkini,” ujarnya.
Disdikbud Kota Samarinda menyatakan evaluasi akan dilakukan berdasarkan perkembangan kualitas udara. Kepastian perpanjangan PJJ atau kembali digelarnya pembelajaran tatap muka akan disampaikan lebih lanjut sesuai hasil evaluasi. (*)
Editor : Ery Supriyadi