KALTIMPOST.ID-Kepungan kabut asap yang memaksa para pelajar di Bontang beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) berimbas langsung pada penyaluran makan bergizi gratis (MBG). Layanan makan bergizi untuk siswa dipastikan rehat sejenak mulai Jumat besok.
Kebijakan penghentian distribusi itu diambil lantaran aktivitas belajar mengajar tatap muka di ruang kelas ditiadakan demi melindungi kesehatan anak-anak dari paparan udara buruk.
Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang, Surya Dwi Saputra, menegaskan bahwa operasional penyaluran MBG berjalan selaras dengan instruksi pemerintah kota.
“Pada dasarnya penyaluran program MBG mengikuti edaran dari pemkot setempat. Artinya, pelayanan juga ikut libur ketika sekolah melakukan PJJ,” tegas Surya, Kamis (17/9).
Baca Juga: Asap Kiriman Karhutla Kepung Balikpapan, BMKG Sebut Sumbernya dari Paser hingga Kalsel
Kendati keputusan penundaan sudah ditetapkan, paket makanan pada Kamis (17/9) pagi tetap sempat disalurkan ke sejumlah sekolah.
Pasalnya, beberapa lembaga pendidikan terlanjur menyelenggarakan kelas tatap muka saat porsi sarapan bergizi sudah tuntas dimasak.
“Untuk hari ini sebagian sekolah juga masih terlanjur masuk dan makanan juga sudah siap, sehingga beberapa tetap didistribusikan untuk pagi ini,” terang Surya.
Ia memastikan bahwa rehat operasional ini bersifat sementara dan bukan penutupan program secara permanen.
Pengiriman makanan akan langsung dilanjutkan saat Pemkot Bontang mencabut masa PJJ dan mengembalikan siswa ke ruang kelas.
Menanggapi kemungkinan skema pengambilan mandiri oleh orang tua murid ke sekolah selama belajar daring, SPPG Bontang menegaskan opsi tersebut belum dipersiapkan. “Untuk sementara belum ada skema seperti itu,” tutur Surya.
Kendati begitu, pihak pengelola tidak menutup mata jika kondisi darurat asap ini berlangsung berlarut-larut. SPPG siap membawa persoalan penyaluran ini ke tingkat pengambil kebijakan yang lebih tinggi.
Baca Juga: Menteri Keuangan Berganti, Bagaimana Nasib Tambahan TKD Rp 90 Triliun dan Jatah Kaltim?
“Nanti jika berlangsung dalam jangka waktu lama akan kami sampaikan ke pusat dan dirapatkan,” imbuh Surya.
Dampak berhentinya distribusi makanan ini turut menjalar ke para pekerja dapur MBG. Mereka dipastikan tidak masuk kerja mulai Kamis sore lantaran skema upah mengacu pada kehadiran operasional.
“Pembayaran itu mengacu pelayanan. Kalau tidak ada distribusi ya berarti tidak masuk,” pungkas Surya.
Tak hanya merumahkan tenaga dapur untuk sementara waktu, SPPG Bontang juga langsung membatalkan order pasokan bahan pangan segar ke para pemasok imbas pekatnya kabut asap yang melanda Kota Taman. (rd)
Editor : Romdani.