Lawan Manuver AS, 152 Negara Pasang Badan Gagalkan Upaya Pembungkaman Palestina

Ari Arief • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 17:02 WIB
Ilustrasi 152 negara di dunia pasang badan Palestina untuk bisa hadir pada Sidang Umum PBB di New York.(generate ai)
Ilustrasi 152 negara di dunia pasang badan Palestina untuk bisa hadir pada Sidang Umum PBB di New York.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,NEW YORK-Sebanyak 152 negara anggota PBB sepakat pasang badan membela Palestina. Dalam pemungutan suara Majelis Umum PBB pada Kamis (17/9/2026), mayoritas mutlak negara dunia resmi mengadopsi resolusi yang menolak tegas keputusan Amerika Serikat (AS) menghalangi delegasi Palestina hadir dalam Sidang Umum PBB ke-81 di New York.

Ratusan negara tersebut mendesak pemerintah AS segera mencabut larangan itu. Langkah Washington dinilai sebagai bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap Perjanjian Markas Besar PBB (UN Headquarters Agreement). Secara hukum internasional, perjanjian tersebut mengikat AS sebagai negara tuan rumah untuk memfasilitasi izin masuk dan masa tinggal seluruh delegasi diplomatik, negara anggota, maupun pengamat tanpa hambatan politik.

Baca Juga: Respons Kritis Publik, Kapolri Perintahkan Anggota Tindak Lanjut Cepat Aduan Masyarakat

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut hangat kemenangan diplomasi ini. Pihaknya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh negara yang berdiri kokoh mendukung keadilan. Kemenlu Palestina menegaskan, pengesahan resolusi ini secara telak menggagalkan manuver politik yang ingin mendepak Palestina dari panggung utama diplomasi dunia.

Meskipun delegasi fisik dihalangi masuk ke New York, pemerintah Palestina memastikan pesan perjuangan mereka akan tetap menggema di markas PBB. Sesuai jadwal, pidato resmi Presiden Mahmoud Abbas bakal tetap disampaikan kepada peserta sidang melalui siaran langsung televisi.

Baca Juga: Bantah Resume Audiensi Kantah PPU, Partai Buruh-LAKI Kawal Sengketa Lahan IKN ke Pengadilan

"Hasil pemungutan suara ini membuktikan bahwa keberadaan suara Palestina tidak bisa dihapus begitu saja. Ini sekaligus menggagalkan upaya membungkam perjuangan rakyat kami," tegas Kemenlu Palestina, seperti dikutip dari kantor berita WAFA.

Palestina memastikan tidak akan pernah mundur dari panggung diplomasi internasional. Segala jalur politik, hukum, dan diplomatik akan terus ditempuh demi melindungi keselamatan rakyatnya dari tekanan geopolitik, praktik kolonialisme, serta tindakan kekerasan pemukim ilegal.

Baca Juga: Kualitas Udara PPU Masuk Kategori Sedang, DLH Imbau Warga Tetap Waspada Partikel PM2,5

Pemerintah Palestina menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri dengan tujuan akhir mewujudkan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh, beribu kota di Yerusalem Timur.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
palestina amerika serikat pbb