KALTIMPOST.ID,WASHINGTON DC-Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi meluluskan permohonan visa bagi Presiden Iran, Masoud Pezeshkian beserta jajaran pejabat senior Teheran. Langkah ini memberi jalan bagi pimpinan tertinggi Iran tersebut untuk menghadiri gelaran Sidang Umum PBB ke-81 di New York, meski hubungan diplomasi kedua negara tengah memanas.
Laporan Associated Press yang mengutip keputusan Departemen Luar Negeri AS, Kamis (17/9/2026), mengonfirmasi persetujuan akses masuk tersebut. Selain Pezeshkian, visa juga diterbitkan untuk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi serta sejumlah staf diplomatik penting Teheran.
Baca Juga: Lawan Manuver AS, 152 Negara Pasang Badan Gagalkan Upaya Pembungkaman Palestina
Keputusan Washington memberi lampu hijau bagi delegasi Iran ini sejatinya memicu gelombang protes dari dalam negeri. Sejumlah politisi dan anggota Kongres AS gencar mendesak pemerintah agar memblokir kehadiran delegasi Iran di tanah Amerika.
Namun, AS tidak punya banyak pilihan. Berdasarkan Perjanjian Markas Besar PBB-AS Tahun 1947, Negeri Paman Sam selaku negara tuan rumah terikat kewajiban hukum untuk memberikan akses tanpa hambatan bagi seluruh perwakilan resmi negara anggota PBB, tanpa memandang status hubungan diplomatik kedua belah pihak.
Baca Juga: Respons Kritis Publik, Kapolri Perintahkan Anggota Tindak Lanjut Cepat Aduan Masyarakat
Rangkaian Sidang Umum PBB (UN General Assembly) ke-81 sendiri telah resmi dibuka di New York sejak 8 September lalu. Sementara itu, agenda utama berupa Debat Umum yang mempertemukan para kepala negara dan pejabat tingkat tinggi dunia bakal bergulir pada 22–26 September serta dilanjutkan pada 28 September.
Selain tensi panas AS-Iran, panggung diplomatik PBB kali ini juga dipastikan menyedot perhatian lewat kehadiran delegasi papan atas Rusia. Mengutip laporan Sputnik, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dipastikan hadir mewakili Moskow dan dijadwalkan menyampaikan pidato resminya di hadapan majelis pada 26 September mendatang.(*)
Editor : Thomas Priyandoko