Harga BBM Naik 40 Persen Picu Demo di Suriah, Pemerintah Langsung Turunkan Harga Solar

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 20:30 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KALTIMPOST.ID, JAKARTA  - Pemerintah Suriah mengubah kebijakan harga bahan bakar setelah kenaikan harga BBM memicu gelombang demonstrasi di sejumlah wilayah.

Kementerian Energi Suriah kini menetapkan tiga harga solar berdasarkan jenis dan peruntukannya. Harga tersebut berada di level 115, 150, dan 175 pound Suriah per liter. 

Kebijakan baru itu diumumkan Menteri Energi Suriah Mohammed al-Bashir setelah pemerintah menghadapi tekanan akibat kenaikan harga bahan bakar pada akhir pekan sebelumnya.

Baca Juga: Bukan Pajangan, Tamu Pernikahan di Berau Dapat Sabut Cuci Piring hingga Sendok Sayur

Sebelumnya, harga solar standar dinaikkan 40 persen, dari 125 menjadi 175 pound Suriah per liter. Kenaikan juga terjadi pada bensin serta gas untuk kebutuhan rumah tangga dan industri.

Kenaikan harga tersebut kemudian memicu aksi protes. Demonstran membakar ban dan memblokade sejumlah jalan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan harga BBM.

Aksi tersebut menjadi salah satu gelombang demonstrasi terbesar di Suriah sejak pemerintahan Bashar al-Assad tumbang. Kondisi ekonomi masyarakat juga menjadi sorotan karena sekitar 90 persen penduduk Suriah diperkirakan hidup di bawah garis kemiskinan.

Tiga Skema Harga Solar

Melalui kebijakan terbaru, solar produksi kilang dalam negeri ditetapkan sebesar 115 pound per liter. Harga tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan pemanas, pertanian, dan pengguna lain yang memenuhi kriteria.

Jenis solar berikutnya dipatok 150 pound per liter. Bahan bakar ini ditujukan bagi sektor produktif dan jasa, termasuk kendaraan serta mesin berat.

Sementara itu, solar standar tetap berada di level 175 pound per liter.

Pemerintah tidak mengubah harga bensin dan gas dalam kebijakan terbaru tersebut. 

Bashir mengatakan harga solar standar masih berada di bawah biaya produksinya yang mencapai sekitar 206 pound per liter. Pemerintah belum merinci nilai subsidi yang harus dikeluarkan ataupun batas waktu penerapannya.

Kilang Lokal Akan Diaktifkan

Selain mengubah skema harga, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk memperkuat pasokan bahan bakar domestik.

Sejumlah kilang minyak skala kecil yang dikenal sebagai burners direncanakan kembali beroperasi. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan gabungan hingga 35.000 barel minyak mentah per hari.

Baca Juga: Profil Kolonel Fuad Hasan: Allah Dipercaya Jadi Calon Komandan Kapal Induk Pertama Indonesia

Pengoperasian kilang berada di bawah Syrian Petroleum Company (SPC). CEO SPC Youssef Qablawi mengatakan pihaknya tengah menyiapkan rencana untuk mengaktifkan kembali fasilitas tersebut.

Krisis pasokan BBM Suriah turut dipengaruhi penghentian sementara Kilang Baniyas untuk menjalani perawatan besar. Setelah pekerjaan selesai, kapasitas pengolahan kilang itu diperkirakan meningkat menjadi sekitar 130.000 barel per hari. 

Tekanan harga energi di Suriah juga meningkat sepanjang tahun. Sejak Februari, harga solar telah lebih dari dua kali lipat, sedangkan bensin oktan 95 naik sekitar 86 persen. Dalam periode yang sama, harga minyak mentah Brent meningkat sekitar 44 persen. 

Editor : Uways Alqadrie
kenaikan harga bbm demo di Suriah resesi ekonomi global suriah