LAPSUS: Listrik di Paser Hampir Tiap Hari Padam hingga 3 Jam, Wabup: Usaha Kecil Paling Terpukul

Muhammad Najib • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 13:08 WIB
SAMPAIKAN: Wabup Paser Ikhwan Antasari saat rapat di Kementerian ESDM, Senin (14/9).
Wabup Paser Ikhwan Antasari.

KALTIMPOST.ID-Sementara itu, derita akibat pemadaman listrik juga dirasakan mendalam oleh warga Paser. Frekuensi mati lampu yang terjadi hampir setiap hari dengan durasi antara 1 hingga 3 jam per titik kian memukul sektor usaha informal.

Meski wilayah perkotaan Tanah Grogot relatif lebih jarang mengalami pemadaman dibanding kawasan pelosok, giliran mati arus tetap terjadi secara berkala setiap pekan.

Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari menyoroti dampak nyata dari ketidakstabilan pasokan listrik terhadap aset produktif masyarakat.

Lonjakan voltase yang tidak stabil ditengarai mempercepat kerusakan alat-alat elektronik rumah tangga maupun peralatan bengkel dan industri rumahan.

Baca Juga: Dugaan Tukar Akun Kelas Pintar Siswa SD di Balikpapan, Kuasa Hukum Siapkan Langkah Hukum

“Bukan sekadar masalah lampu yang mati, pemadaman yang terlalu sering ini telah memukul urat nadi perekonomian lokal, khususnya para pelaku usaha kecil,” kata Ikhwan.

Ikhwan mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan jajaran direksi PLN pusat untuk tidak menutup mata terhadap ketimpangan infrastruktur energi di Benua Etam.

Catatan riil di lapangan menunjukkan bahwa keandalan listrik di Kaltim masih menyisakan jurang kesenjangan yang lebar.

Berdasarkan data pembangunan daerah tahun 2025, tercatat sebanyak 58.725 kepala keluarga serta 109 desa di Kaltim masih belum menikmati pasokan listrik secara optimal. Persoalan ini kini telah diteruskan secara formal ke instansi pembina sektor energi di level provinsi dan pusat.

Rentetan krisis listrik di tiga kabupaten ini mengindikasikan bahwa sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan Timur masih rentan terhadap gangguan beban dan transmisi. Kerentanan ini kontras dengan predikat Kaltim sebagai lumbung energi nasional.

Diperlukan transparansi operasional serta audit komprehensif pada setiap unit pembangkit interkoneksi, mulai dari Tanjung Bara, Tenggarong, hingga jaringan pasokan dari Kalimantan Selatan.

Baca Juga: 11 Akun Kelas Pintar Siswa SD di Balikpapan Diduga Ditukar, Orangtua Minta Kejelasan

Langkah taktis penambahan kapasitas mesin baru di Kutai Barat maupun percepatan normalisasi teknis di Kutai Timur dan Paser kini menjadi pembuktian profesionalisme PLN di hadapan publik.

Masyarakat Kaltim menantikan kepastian pemulihan sistem secara tuntas agar aktivitas ekonomi tidak terus tersandera oleh krisis energi yang berulang. (rd)

Editor : Romdani.
Wabup Paser Ikhwan Antasari karhutla Kaltim penajam paser utara listrik padam Kutai Barat