KALTIMPOST.ID-Prestasi gemilang kembali ditorehkan kafilah Kaltim dengan mempertahankan gelar juara umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Capaian itu memastikan rekor kemenangan tiga kali berturut-turut atau hattrick bagi Benua Etam di panggung tilawah nasional.
Berdasarkan keputusan dewan hakim pada malam penutupan, Kaltim berhasil menduduki peringkat teratas dengan perolehan 288 poin.
Posisi tersebut mengungguli tuan rumah Jawa Tengah yang meraih 208 poin dan DKI Jakarta dengan raihan 129 poin.
Baca Juga: LAPSUS: Pemadaman Listrik di Kaltim Sangat Meresahkan, DPRD Bakal RDP dengan PLN Pekan Depan
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kaltim Hetifah Sjaifudian menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah, pelatih, hingga jajaran LPTQ dan pemerintah daerah.
Konsistensi itu menjaga gelar juara dinilai sebagai buah kerja keras dan proses pembinaan yang matang.
“Mampu mempertahankan prestasi dalam beberapa penyelenggaraan menunjukkan adanya proses pembinaan yang serius dan konsisten,” ujar Hetifah.
Anggota Komisi VIII DPR RI itu mengingatkan bahwa prestasi bergengsi tersebut membawa konsekuensi berupa tanggung jawab besar untuk menjaga regenerasi kafilah secara berkelanjutan.
Pembinaan tidak boleh mengendur dan harus menyentuh seluruh cabang lomba, mulai dari tilawah, hifzil, tafsir, hingga kaligrafi.
“Prestasi ini harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat pembinaan. Kita perlu memastikan selalu ada generasi baru yang tumbuh, mendapatkan pelatih berkualitas, ruang berkompetisi, dan dukungan yang memadai. Pembinaan harus berjalan sepanjang waktu, dimulai dari rumah, pesantren, madrasah, dan tempat ibadah,” kata Hetifah.
Baca Juga: 150 Pelajar SMA-SMK di Balikpapan Dilatih Selamatkan Nyawa, 90 Persen Kuasai Bantuan Hidup Dasar
Politikus Partai Golkar itu menambahkan, ukuran keberhasilan sejati dari gelaran MTQ bukan sebatas deretan piala di lemari pajangan, melainkan tumbuhnya kecintaan generasi muda terhadap isi kandungan kitab suci.
“Bagi Kaltim, ukuran keberhasilan yang lebih besar adalah ketika semakin banyak anak muda yang dekat dengan Al-Qur’an, senang mempelajarinya, memahami nilai-nilainya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” imbuh Hetifah.
Ia mendorong pemerintah daerah bersama LPTQ terus memetakan bakat qari dan qariah sejak usia dini di seluruh kabupaten dan kota.
Hetifah menegaskan bahwa raihan piala patut disyukuri bersama oleh seluruh masyarakat, namun lahir dan tumbuhnya generasi Qurani yang berakhlak mulia di Kaltim adalah warisan paling berharga untuk masa depan. (rd)
Editor : Romdani.