Skandal Investasi FELDA, KPK Malaysia Tangkap Dua Mantan Pimpinan Terkait Proyek KLVC

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:23 WIB
Ilustrasi perkebunan sawit. (IST)
Ilustrasi perkebunan sawit. (IST)

KALTIMPOST.ID - Kasus FELDA Malaysia memasuki babak baru setelah Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia atau Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) menuntaskan penyidikan terkait proyek Kuala Lumpur Vertical City (KLVC).

Dalam kasus FELDA Malaysia tersebut, MACC menyatakan akan merekomendasikan agar dua mantan pejabat tinggi FELDA dan anak perusahaannya, Felda Investment Corporation (FIC), didakwa.

Penyidikan ini menjadi bagian dari operasi bernama Op Fella, yang mencakup dugaan korupsi dan penyelewengan dalam transaksi investasi serta pembelian aset FELDA dan FIC sepanjang 2010 hingga 2020.

Baca Juga: Kenapa Orang Mau Bayar Rp550 Ribu untuk SIM Palsu?

Dua Mantan Pejabat FELDA Jadi Tersangka Penyidikan

MACC telah menangkap seorang mantan Direktur Jenderal FELDA dan mantan CEO FIC yang berkaitan dengan penyidikan proyek KLVC.

Ketua Pesuruhjaya MACC Abd Halim Aman mengatakan penyidikan terhadap proyek tersebut telah selesai. Selanjutnya, lembaga antikorupsi Malaysia akan meminta persetujuan Kejaksaan Agung untuk meneruskan proses penuntutan.

MACC akan merekomendasikan agar dakwaan diajukan terhadap kedua individu tersebut berdasarkan berkas penyidikan,” ujar Abd Halim dalam konferensi pers di Kajang, Sabtu (19/9), seperti dikutip Free Malaysia Today (FMT).

Dua mantan pejabat tersebut sebelumnya telah ditahan untuk membantu penyidikan. Dalam laporan Bernama, MACC menyebut keduanya adalah mantan direktur jenderal FELDA dan mantan kepala eksekutif FIC.

Kasus FELDA Malaysia tidak hanya berkaitan dengan proyek KLVC. MACC juga membuka beberapa berkas penyidikan yang menyangkut pembelian aset dan investasi FELDA serta FIC.

Operasi Op Fella mencakup transaksi dalam periode 2010 hingga 2020. Hingga 18 September, sebanyak 34 saksi telah dipanggil untuk memberikan keterangan dalam tujuh penyidikan yang sedang berjalan.

MACC sebelumnya menyebut penyidikan tersebut juga mencakup sejumlah transaksi lain, termasuk pembelian aset di Sarawak, akuisisi hotel di luar negeri, serta pendirian anak perusahaan FELDA.

Baca Juga: Maia Estianty Puji Alyssa Daguise, Persiapan Jadi Ibu Ternyata Sudah Dilakukan Sejak Dulu

Cakupan tersebut membuat penyidikan tidak berhenti pada satu proyek saja. MACC masih menelusuri berbagai dokumen dan keterangan untuk mengetahui ada atau tidaknya pelanggaran dalam transaksi yang dilakukan selama periode tersebut.

Dalam perkembangan lain, MACC juga telah mengambil keterangan mantan Ketua FELDA Isa Samad yang saat ini berada di Penjara Sungai Buloh.

Keterangan Isa dicatat pada 17 September untuk membantu penyidikan Op Fella. MACC menyebut pemeriksaan tersebut berkaitan dengan tujuh berkas penyidikan mengenai dugaan korupsi dalam pembelian aset dan investasi FELDA serta FIC.

Sebelumnya, MACC telah meminta kerja sama Departemen Penjara Malaysia agar dapat mengambil keterangan Isa. Saat itu, lembaga antikorupsi menyebut adanya kaitan antara pembelian aset tertentu dan investasi FIC yang sedang diselidiki.

MACC Juga Usut Kasus Pupuk di Kedah

Selain kasus FELDA Malaysia, MACC pada waktu yang sama menangani penyidikan lain yang berkaitan dengan keterlambatan pasokan pupuk untuk petani padi di Kedah.

Dalam perkara tersebut, MACC telah meminta keterangan Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia Mohamad Sabu serta sekretaris jenderal kementerian.

Keterangan Mohamad Sabu dicatat pada 16 September, sedangkan sekretaris jenderal kementerian diperiksa sehari sebelumnya. Hingga 19 September, sebanyak 37 saksi telah dipanggil dalam penyidikan yang dimulai pada 26 Agustus.

Baca Juga: Capres-Cawapres Bakal Wajib Didukung Minimal 2 Fraksi, Ada Respons Berbeda dari NasDem dan PDIP

Penyelidikan masih lagi berlangsung dan dijangka dapat dimuktamadkan dalam tempoh seminggu atau dua minggu lagi,” kata Abd Halim, seperti dikutip Bernama.

Penyidikan tersebut berkaitan dengan penunjukan sebuah perusahaan untuk memasok pupuk. MACC menyelidiki perkara itu berdasarkan Pasal 471 KUHP Malaysia terkait penggunaan dokumen yang diketahui atau diduga palsu.

Dengan selesainya penyidikan proyek KLVC, perhatian kini beralih pada proses hukum terhadap dua mantan pejabat FELDA dan FIC.

Namun, Op Fella sendiri memiliki cakupan lebih luas karena mencakup sejumlah transaksi investasi dan pembelian aset selama satu dekade. MACC masih melanjutkan beberapa penyidikan lain yang berkaitan dengan FELDA dan FIC. ***

Editor : Dwi Puspitarini
KPK Malaysia MACC FELDA Investasi Sawit Korupsi Properti