Gubernur Rudy Mas’ud Soroti Antrean BBM di Kaltim: Stok Cukup, Masalah di SPBU

Eko Pralistio • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:34 WIB
BBM: Gubernur Kaltim Rudy Mas
BBM: Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat memberikan keterangan kepada awak media ihwal antrean BBM di sejumlah daerah. (EKO PRALISTIO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah di Kaltim direspons langsung oleh Gubernur Rudy Mas'ud.

Orang nomor satu di Pemprov Kaltim itu menilai persoalan antrean BBM bukan hanya terjadi di Kaltim, melainkan juga di beberapa daerah tetangga, terutama di Sulawesi.

Saat ditanya apakah antrean dipicu pasokan yang terbatas, Rudy Mas'ud menegaskan bahwa masalah tersebut bukan disebabkan ketersediaan stok. Dia bahkan memastikan pasokan BBM bersubsidi untuk wilayah Kaltim saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi.

Baca Juga: Antisipasi Akal-akalan Pelat Nomor Ganjil Genap, Satgas Perketat Pengawasan Biosolar Balikpapan

“Stoknya cukup. Yang menjadi masalah adalah persoalan operasional dari SPBU ke SPBU,” kata Rudy selepas rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Kegubernuran Kaltim, Senin (21/9).

Selain memastikan kecukupan pasokan, Rudy menyoroti pola layanan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Menurutnya, SPBU semestinya beroperasi optimal selama 24 jam penuh, namun di lapangan masih banyak yang menyudahi layanan pada pukul 22.00 Wita.

Di samping jam operasional, Rudy juga membeberkan minimnya jumlah SPBU di sejumlah wilayah perkotaan, khususnya Balikpapan, yang turut memicu antrean kendaraan mengular panjang.

Baca Juga: Benahi Pembinaan Olahraga Daerah, Kutim Bangun Sistem Digitalisasi Data Atlet Terintegrasi

Kondisi keterbatasan fasilitas ini erat kaitannya dengan minat para pelaku usaha yang masih rendah untuk berinvestasi mendirikan SPBU baru di kawasan padat.

“Memang beberapa wilayah seperti Balikpapan minim sekali SPBU karena pengusaha SPBU tidak tertarik untuk melaksanakan bisnis di sana,” ujarnya.

Menurut Rudy, ada dua kendala utama yang kerap dikeluhkan kalangan pengusaha SPBU. Pertama, margin keuntungan bisnis yang dinilai terlalu tipis, serta keterbatasan lahan siap bangun di Kota Minyak.

“Satu, tingkat marginnya yang tipis. Yang kedua, arealnya yang sempit di wilayah Balikpapan,” tandasnya. (*)

 

Editor : Duito Susanto
Rudy Mas'ud stok bbm kaltim SPBU Balikpapan gubernur kaltim antrean bbm