Kabut Asap Mahulu Kategori Berbahaya, Siswa Belajar dari Rumah hingga 26 September, Ujian Ditunda

Jody Kristianto • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 20:56 WIB
Pelajar SMP 2 Datah Bilang, Mahulu yang belajar dari rumah.
Pelajar SMP 2 Datah Bilang, Mahulu yang belajar dari rumah.

KALTIMPOST.ID-Kondisi kabut asap yang pekat di Mahulu juga berdampak langsung pada dunia pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mahakam Ulu (Mahulu) resmi memperpanjang masa belajar dari rumah (BDR) bagi seluruh pelajar jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP hingga Sabtu (26/9).

Kepala Disdikbud Mahulu Samson Batang menjelaskan, perpanjangan masa belajar jarak jauh diambil menyusul rilis surveilans kualitas udara dalam ruang oleh dinas kesehatan setempat. Data teknis menunjukkan kondisi udara di Mahulu berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

“Untuk sementara kegiatan belajar dari rumah kami perpanjang. Itu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang saat ini belum memungkinkan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara normal,” ujar Samson.

Samson mengingatkan para tenaga pendidik agar bijak dalam memberikan materi ajar selama siswa belajar di kediaman masing-masing. Metode belajar daring maupun modul mandiri tidak boleh membebani fisik dan mental anak di tengah situasi kabut asap.

Baca Juga: Kabut Asap Memburuk di Mahulu, Bupati Terapkan WFH dan WFA bagi ASN

“Yang paling penting pembelajaran tetap berjalan, tetapi kondisi dan kemampuan peserta didik juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai dalam situasi seperti ini anak-anak justru mendapatkan beban belajar yang berlebihan," tegas Samson.

Kondisi udara yang kian mengkhawatirkan tersebut membuat Disdikbud Mahulu mengambil kebijakan lanjutan terkait kalender akademik. Agenda sumatif tengah semester (STS) bagi murid sekolah dasar terpaksa digeser pelaksanaannya.

Ujian tengah semester yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pekan ini resmi dipindahkan mulai Senin (28/9). Pergeseran jadwal ujian tersebut tetap akan menyesuaikan dengan perkembangan kepekatan kabut asap di wilayah Mahulu.

Kendati para murid diminta belajar di rumah, para guru dan staf kependidikan tetap berkewajiban hadir ke sekolah.

Samson menerangkan bahwa kehadiran guru di sekolah penting guna menyusun bahan ajar, mendampingi proses belajar jarak jauh, serta menuntaskan urusan administrasi.

“Kami mengimbau seluruh warga sekolah untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih seperti ini. Keselamatan dan kesehatan tetap menjadi perhatian utama,” imbuh Samson mengingatkan penerapan protokol masker bagi para guru. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim kabut asap Pemkab Kutai Barat ibu kota nusantara Mahakam Ulu