Gawat! Kabut Asap Samarinda Mulai Berdampak ke Kucing, Kasus Sesak Napas Meningkat

Muhammad Taufik • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 09:08 WIB
Beberapa pasien kucing di Samarinda yang mendapatkan penanganan gangguan pernapasan.
Beberapa pasien kucing di Samarinda yang mendapatkan penanganan gangguan pernapasan. 

KALTIMPOST.ID-Kabut asap yang menyelimuti Samarinda dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menjadi ancaman bagi kesehatan manusia. Hewan peliharaan juga mulai mengalami gangguan pernapasan di tengah memburuknya kondisi udara.

Dokter Hewan Antasari Pet Clinic, Intan Purwa Dewantari, mengatakan terjadi peningkatan jumlah pasien dengan keluhan sesak napas.

Jika sebelumnya klinik rata-rata menangani sekitar satu kasus per hari, dalam tiga hari terakhir jumlahnya meningkat menjadi tiga hingga lima kasus, bahkan lebih. “Biasanya dalam satu hari cuma satu, ini bisa tiga, lima, bahkan lebih,” ujar Intan, Senin (21/9).

Baca Juga: FAJI Kaltim Kirim Lima Tim ke Kejurnas Arung Jeram 2026 di Bali, Bidik Tiket Kejuaraan Dunia

Mayoritas pasien merupakan kucing dengan gejala utama sesak napas dan batuk. Pemeriksaan juga menemukan sejumlah tanda iritasi, mulai dari hidung dan tenggorokan hingga mata memerah.

Pada beberapa pasien bahkan ditemukan bronkopneumonia atau peradangan yang menyerang paru-paru.

Intan mengatakan, pihak klinik awalnya belum langsung mengaitkan peningkatan kasus gangguan pernapasan tersebut dengan kabut asap.

Dugaan itu menguat setelah pasien dengan pola keluhan serupa terus berdatangan dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau kucing ini jelas banget ya. Datang sesak, datang sesak, datang sesak. Kita juga melihat perjalanan penyakitnya,” katanya.

Gangguan pernapasan pada hewan perlu mendapat perhatian serius. Menurut Intan, sesak napas merupakan kondisi darurat karena dapat menyebabkan hipoksia atau kekurangan oksigen.

Hewan dengan kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera, termasuk terapi oksigen dan nebulizer.

Baca Juga: Harga Ikan Lebih Murah Rp 15 Ribu per Kilogram, Pedagang Pasar Induk Nenang Penajam Protes

Sebagian besar pasien yang datang dapat segera memperoleh pertolongan karena pemilik cepat mengenali perubahan kondisi hewan dan membawanya ke klinik.

“Kalau sudah sesak napas itu salah satu kondisi emergency yang harus segera ditangani,” jelasnya.

Paparan tidak hanya berisiko terhadap kucing yang hidup di luar rumah. Intan menemukan pasien yang dipelihara di dalam rumah, tetapi masih memiliki kebiasaan keluar-masuk sehingga tetap terpapar udara luar.

Gangguan pernapasan juga ditemukan pada anjing. Namun, Intan belum dapat mengaitkan kasus tersebut dengan kabut asap karena pasien yang ditangani merupakan anjing berusia lanjut dengan komplikasi kesehatan lainnya.

Di tengah kondisi udara yang memburuk, pemilik hewan diminta mengurangi paparan udara luar. Kucing dan anjing sebaiknya lebih banyak ditempatkan di dalam rumah.

Pintu dan jendela dapat ditutup untuk mengurangi masuknya asap, sedangkan aktivitas di luar rumah, termasuk menjemur hewan, sementara dikurangi.

“Lebih baik anabulnya, baik kucing atau anjing, lebih banyak ditaruh di dalam rumah,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim kabut asap ibu kota nusantara kebakaran hutan dan lahan Kutai Barat