Cekcok Biaya Obat Anak Berujung Maut, Oknum Istri Bunuh Suami ASN di OKI Sumsel

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 08:04 WIB
ilustrasi temuan mayat Satpam yang jadi korban pembunuhan.
Ilustrasi. Kasus penusukan ASN di OKI yang diduga dilakukan istrinya setelah cekcok terkait biaya pengobatan anak.  

KALTIMPOST.ID - Seorang ASN di OKI berinisial A (32) meninggal dunia setelah mengalami penusukan di Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Senin (21/9). Polisi mengamankan istrinya, DLA, yang diduga terlibat dalam penusukan ASN di OKI tersebut.

Peristiwa itu diduga bermula dari persoalan biaya pengobatan anak. Korban dan istrinya yang diketahui tengah pisah ranjang sebelumnya terlibat cekcok di tempat kerja korban.

Baca Juga: Kenapa Orang Mau Bayar Rp550 Ribu untuk SIM Palsu?

Cekcok Bermula dari Permintaan Uang Berobat Anak

Berdasarkan pemeriksaan awal penyidik, cekcok biaya berobat anak menjadi pemicu terjadinya keributan antara korban dan terduga pelaku.

DLA mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten OKI sekitar pukul 09.00 WIB untuk meminta uang kepada korban. Uang tersebut disebut akan digunakan untuk kebutuhan pengobatan anak mereka.

Perselisihan yang awalnya terjadi di tempat kerja korban kemudian semakin memanas. Sekitar pukul 12.10 WIB, keributan tersebut berujung pada penusukan.

Baca Juga: Capres-Cawapres Bakal Wajib Didukung Minimal 2 Fraksi, Ada Respons Berbeda dari NasDem dan PDIP

Penusukan Terjadi Setelah Cekcok

Dalam pemeriksaan awal, polisi menyebut DLA membawa pisau yang disimpan di dalam tas. Senjata tajam tersebut kemudian digunakan untuk menyerang korban.

Korban mengalami sejumlah luka tusuk pada bagian tubuh, wajah, dan dada. A meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka akibat senjata tajam.

Kasus ASN ditusuk istri ini kemudian ditangani aparat kepolisian. Terduga pelaku diamankan tidak lama setelah kejadian.

"Kami mengamankan terduga berinisial DLA, pelaku, tak lama setelah kejadian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya di Palembang, dilansir dari CNN, Selasa (22/9).

Polisi Amankan Pisau dan Pakaian Korban

Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi. Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kasus pembunuhan di OKI kemudian diamankan sebagai barang bukti.

Barang bukti yang disita antara lain senjata tajam jenis pisau serta pakaian korban yang terdapat noda darah.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan polisi bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut.

"Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk memproses perkara ini secara tuntas, profesional, dan transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Eko.

Penyidik Masih Lengkapi Proses Hukum

Saat ini, penyidik Satreskrim Polres OKI masih melengkapi administrasi penyidikan terkait perkara tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) untuk proses hukum selanjutnya.

Penyidik juga masih menunggu hasil autopsi resmi terhadap korban dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten OKI.

Sementara itu, Polda Sumsel mengingatkan masyarakat agar menyelesaikan persoalan keluarga dengan cara yang bijak. Perselisihan, termasuk terkait biaya berobat anak, diharapkan tidak diselesaikan dengan kekerasan atau tindakan di luar hukum.***

Editor : Dwi Puspitarini
Hukum dan Kriminalitas asn pembunuhan kriminal