KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Harga solar di Amerika Serikat (AS) kembali melonjak dan mencatat level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan terjadi ketika konflik di Timur Tengah semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi dunia.
Mengacu pada data American Automobile Association (AAA), rata-rata harga solar di AS pada Senin mencapai USD6,5107 per galon.
Jika dikonversikan, angka tersebut setara sekitar Rp116.384 per galon atau Rp30.750 per liter.
Baca Juga: Perjalanan Karier Ihsan Priyawibawa, 37 Tahun Mengabdi di DJP hingga Pimpin Kaltimtara
Lonjakan harga itu cukup tajam. Sepekan sebelumnya, harga rata-rata solar masih berada di kisaran USD6,23 per galon. Sementara sebulan sebelumnya sekitar USD5,58 per galon.
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, harga solar AS kini tercatat sekitar 76 persen lebih tinggi.
Konflik Timur Tengah Tekan Pasokan Energi
Kenaikan tersebut terjadi ketika jalur distribusi energi global menghadapi tekanan akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Perkembangan perang antara AS dan Iran menjadi salah satu faktor yang meningkatkan ketidakpastian pasar energi. Situasi semakin kompleks dengan gangguan keamanan di kawasan Laut Merah serta aktivitas kelompok Houthi di sepanjang pesisir Yaman.
Kondisi itu turut memunculkan kekhawatiran terhadap aktivitas pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur penting bagi perdagangan energi dunia.
Di sisi lain, Selat Hormuz juga menjadi perhatian karena merupakan jalur strategis pengiriman minyak dari kawasan Teluk.
Gangguan pada kedua jalur tersebut berpotensi meningkatkan biaya transportasi sekaligus memperketat pasokan energi di pasar internasional.
Pasar Menunggu Langkah Trump
Ketidakpastian pasar juga meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa pemerintahnya masih mempertimbangkan sejumlah opsi terkait konflik dengan Iran.
Pilihan yang disebut mencakup langkah militer, tekanan ekonomi hingga kemungkinan mencapai kesepakatan.
Baca Juga: Hakim MK Heran! Tiket Pesawat Mahal, Delay 4 Jam Hanya Dibayar Rp300 Ribu
Situasi tersebut membuat pasar energi bergerak dalam bayang-bayang risiko gangguan pasokan lebih lanjut.
Kenaikan harga solar di AS menjadi salah satu gambaran bagaimana konflik geopolitik dapat merembet ke sektor energi dan memengaruhi harga bahan bakar.
Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada kondisi jalur pelayaran di kawasan Timur Tengah serta arah kebijakan Washington terhadap Iran.
Editor : Uways Alqadrie