94 Tim Lolos Final KRTI 2026 di IKN, Inovasi Drone Dibidik untuk Pemetaan hingga Mitigasi Bencana

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:10 WIB
Sultan Baktiar Najamudin dan Basuki Hadimuljono hadir dalam pembukaan KRTI di IKN, Senin (21/9) malam. (FOTO NURON/KP)
Sultan Baktiar Najamudin dan Basuki Hadimuljono hadir dalam pembukaan KRTI di IKN, Senin (21/9) malam. (FOTO NURON/KP)

KALTIMPOST.ID-Suasana hangat dan penuh gairah inovasi menyelimuti Multifunction Hall Kantor Bersama Ibu Kota Nusantara (IKN) ketika ratusan mahasiswa dari berbagai penjuru Tanah Air berkumpul. Mereka membawa karya terbaik dalam ajang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 yang dibuka pada Senin (21/9) malam.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, perhelatan bergengsi teknologi pesawat udara tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) itu diselenggarakan di kawasan ibu kota baru. Sebanyak 94 tim dari 43 perguruan tinggi berhasil menembus babak final setelah menyisihkan ratusan kompetitor lainnya.

Tercatat ada 373 mahasiswa bertalenta yang terlibat langsung menguji ketangguhan rancang bangun wahana mereka. Gelaran yang digelar Institut Teknologi Kalimantan (ITK) itu mengusung tema From Sky to Smart Capital, UAV Innovation for Indonesia's Future City.

Baca Juga: Guru di Tiga Sekolah Unggulan Kaltim Tak Otomatis Bertahan, Wajib Lolos Seleksi

Penyelenggaraan kompetisi itu bukan semata-mata arena adu cepat atau pamer keindahan manuver terbang di udara. Lebih dari itu, ajang tahunan ini menjadi wadah pembuktian bahwa riset kampus mampu melahirkan solusi konkret bagi persoalan bangsa.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin yang hadir di lokasi menekankan pentingnya momentum berharga ini bagi generasi muda. Menurutnya, kolaborasi antara pembangunan fisik ibu kota baru dan kemajuan riset teknologi harus berjalan beriringan.

“Bonus demografi, perkembangan teknologi, dan pembangunan IKN menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk melahirkan pemimpin dan inovator baru,” tegas Sultan di hadapan para peserta.

Ia berpesan agar karya yang dipamerkan tidak berhenti saat peluit kompetisi berakhir. Sultan menginginkan agar teknologi yang lahir dapat terus disempurnakan hingga menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas.

Keberadaan arena KRTI di jantung Nusantara dinilai sangat pas dengan konsep dasar pembangunan kawasan. IKN sejak awal dirancang mengedepankan identitas sebagai kota cerdas, hijau, inklusif, dan berpijak pada kecanggihan teknologi.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa karakter modern IKN memberi ruang luas bagi perguruan tinggi untuk menumpahkan gagasan segarnya. Pertemuan lintas kampus di kawasan ini menjadi sarana strategis membangun jejaring riset nasional.

“Kami berharap KRTI tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga melahirkan inovasi yang bisa diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia,” tutur Basuki.

Dia memandang kolaborasi para periset muda akan membantu menjawab tantangan pembangunan kota masa depan. Gagasan cerdas dari bangku kuliah diharapkan langsung terkoneksi dengan kebutuhan infrastruktur dan lingkungan di IKN.

Baca Juga: Tak Semua Guru Bisa Dipindahkan, Disdikbud Kaltim Ungkap Mekanisme Penataan

Pandangan serupa diutarakan Rektor ITK Agus Rubiyanto yang melihat lompatan besar dalam dunia pesawat nirawak. Baginya, teknologi UAV saat ini telah bertransformasi menjadi instrumen penting dalam peradaban industri modern.

“Teknologi UAV hari ini bukan lagi sekadar alat hobi, melainkan instrumen krusial dalam berbagai sektor kehidupan,” ujar Agus.

Ia memaparkan bahwa wahana nirawak yang diracik mahasiswa memiliki potensi aplikasi yang sangat luas. Mulai urusan pemetaan wilayah yang presisi, pemantauan kelestarian hutan, hingga operasi mitigasi bencana di daerah rawan.

“Melalui inovasi yang nantinya adik-adik ciptakan hari ini, kalian sedang mempersiapkan fondasi kemandirian teknologi Indonesia di masa depan,” imbuh Agus memberi suntikan semangat.

Dia menilai, memilih IKN sebagai panggung unjuk gigi adalah keputusan yang sangat relevan. Konsep masa depan kawasan ini selaras dengan lompatan teknologi drone dan wahana terbang otonom yang tengah dikembangkan generasi muda.

Ketua Panitia KRTI 2026 sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITK Erma Suryani menjelaskan perjuangan para finalis tidaklah instan. Seluruh tim telah melewati jalan terjal seleksi wilayah yang digelar pada 13 hingga 14 Agustus lalu.

Pada fase awal tersebut, tercatat sebanyak 213 tim dari 93 perguruan tinggi ambil bagian memperlihatkan keunggulan masing-masing. Mereka bertarung di berbagai divisi lomba yang menuntut ketelitian desain maupun ketahanan uji terbang.

“Harapannya nanti akan ada banyak hilirisasi dari produk-produk di sini. Berbagai inovasi KRTI seperti robot terbang, sistem otonom, pemetaan, pemantauan lingkungan, dan mitigasi bencana diharapkan dapat terus dikembangkan,” ungkap Erma.

Kini di babak final IKN, tersaring komposisi terbaik yang terdiri atas 27 tim Racing Plane, 15 tim Fixed Wing, 24 tim Vertical Take-off and Landing (VTOL), 16 tim Technology Development, serta 12 tim Long Endurance Low Altitude (LELA).

Baca Juga: Gawat! Kabut Asap Samarinda Mulai Berdampak ke Kucing, Kasus Sesak Napas Meningkat

Perhelatan akbar ini juga melibatkan energi luar biasa di balik layar dengan kehadiran 80 panitia dan sekitar 190 mahasiswa pendukung. 

Bahkan lebih dari 1.250 peserta beserta tim pendukung difasilitasi penuh di kawasan Otorita IKN sepanjang kompetisi hingga 25 September mendatang.

Langkah para mahasiswa di langit Nusantara itu menjadi penanda nyata bahwa mimpi kemandirian teknologi dirgantara bukan angan-angan kosong. Dari tangan-tangan muda inilah, arah pembangunan kota pintar Indonesia masa depan mulai menemukan jalannya. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim penajam paser utara ibu kota nusantara Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono Kutai Barat