KALTIMPOST.ID-Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi panggung bagi ratusan mahasiswa dari berbagai daerah untuk menguji inovasi teknologi pesawat tanpa awak.
Melalui Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026, generasi muda didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mengambil peran sebagai pencipta dan pengembang inovasi.
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat harus diikuti kesiapan generasi muda.
Mahasiswa memiliki kesempatan besar mengambil peran dalam perubahan tersebut dengan mempersiapkan kemampuan sejak dini.
Baca Juga: Polemik Penataan 46 Guru di Kaltim, DPRD Minta Pemprov Perjelas Status Mutasi atau Penugasan
“Anak muda harus berani memimpin. Jangan menunggu masa depan datang. Persiapkan diri kalian mulai sekarang untuk menjemputnya,” kata Sultan saat pembukaan KRTI 2026 di Hall Kemenko III, IKN, Senin (21/9).
Menurut Sultan, penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan keberanian mengambil tanggung jawab.
Kompetisi seperti KRTI tidak hanya menjadi arena mengejar prestasi, tetapi juga ruang pembentukan talenta yang kelak dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan teknologi.
KRTI 2026 diikuti 94 tim dari 43 perguruan tinggi dengan melibatkan 373 mahasiswa. Mereka berkompetisi mengembangkan teknologi unmanned aerial vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak.
Kompetisi terbagi dalam lima divisi, yakni Racing Plane, Fixed-Wing, Vertical Take-off and Landing, Technology Development, serta Long Endurance Low Altitude.
Beragam kategori tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa menguji teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi masing-masing.
Kompetisi sekaligus menjadi tempat pertukaran pengetahuan dan pengalaman antartalenta muda dari berbagai daerah.
Baca Juga: Ruang Fiskal Balikpapan Menyempit, Pendapatan Turun Rp 73,66 Miliar tapi Belanja Naik Rp 49,42 Milia
Penyelenggaraan KRTI di IKN juga mempertemukan dunia pendidikan dan pengembangan teknologi dengan pembangunan ibu kota baru.
Bagi peserta, ajang tersebut memberikan pengalaman untuk melihat langsung perkembangan IKN sekaligus menguji hasil inovasi dalam suasana kompetitif.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan Nusantara. IKN dirancang sebagai kawasan cerdas, hijau, inklusif, dan berbasis teknologi.
“Kami berharap KRTI tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga melahirkan inovasi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia,” ujarnya.
Menurut Basuki, keterlibatan mahasiswa dan perguruan tinggi membuka peluang mempertemukan pengembangan inovasi dengan kebutuhan pembangunan IKN.
Kompetisi tersebut juga dapat menjadi jembatan antara lingkungan pendidikan dengan kebutuhan teknologi di masa mendatang.
Bagi IKN, kegiatan berbasis teknologi yang melibatkan perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Sementara bagi mahasiswa, KRTI menjadi kesempatan memperkenalkan sekaligus menguji karya yang selama ini dikembangkan di kampus.
Kehadiran 373 mahasiswa juga menunjukkan besarnya potensi pengembangan talenta teknologi dari perguruan tinggi. Kompetisi tidak berhenti pada persaingan menentukan pemenang, tetapi membuka kesempatan membangun jejaring dan bertukar gagasan antarpeserta.
Baca Juga: Kapolres Kubar Rangkul Insan Pers, Soroti Ancaman Hoaks dan Manipulasi Konten AI
Pesan Sultan menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari perubahan teknologi tersebut.
Kemampuan teknis yang dimiliki diharapkan terus dikembangkan agar inovasi tidak berhenti sebagai produk kompetisi, tetapi memiliki peluang menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan.
Momentum itu menjadi semakin relevan ketika kompetisi digelar di IKN, kawasan yang sejak awal dirancang dengan pendekatan kota cerdas dan pemanfaatan teknologi.
Pertemuan antara pembangunan kota baru dan talenta muda memberi ruang bagi lahirnya gagasan yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
KRTI 2026 diselenggarakan Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Rangkaian kompetisi berlangsung hingga 25 September 2026 di kawasan IKN dan kampus ITK. (rd)
Editor : Romdani.