Gaza Bakal Direkonstruksi, Board of Peace Gelontorkan Rp43 Triliun untuk 66 Proyek

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 08:48 WIB
Tentara Israel sejauh ini telah menghancurkan lebih dari 60 persen rumah dan unit pemukiman di Jalur Gaza. (FOTO: IST)
Board of Peace menyiapkan 66 proyek pemulihan Gaza dalam tahap awal enam bulan dengan anggaran sekitar Rp43,6 triliun. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID - Board of Peace menyiapkan rencana pemulihan awal untuk Gaza dengan nilai mencapai 2,45 miliar dolar AS atau sekitar Rp43,6 triliun. Program tersebut mencakup 66 proyek yang ditargetkan dijalankan dalam enam bulan pertama masa pemulihan.

Board of Peace tidak hanya memasukkan pembangunan hunian sementara dalam rencana tersebut. Sejumlah kebutuhan dasar lain, seperti pembersihan puing, perbaikan rumah sakit, infrastruktur, pemulihan ekonomi, hingga aspek keamanan juga masuk dalam program.

Rencana Board of Peace itu menjadi bagian dari upaya membangun kembali Gaza setelah kerusakan besar akibat perang. Berdasarkan laporan Axios, proposal tersebut disusun selama sekitar satu tahun dengan melibatkan puluhan pejabat dan pihak yang tergabung dalam lembaga tersebut serta pemerintahan teknokratis Palestina.

Baca Juga: Survei Poltracking Catat Elektabilitas PSI Cuma 2,3 Persen, Bestari Barus Sebut Hal Lumrah

Enam Bidang Utama Pemulihan Gaza

Board of Peace membagi 66 proyek tersebut ke dalam enam bidang. Keenamnya mencakup pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, percepatan ekonomi, transformasi digital, pemulihan bidang hukum, serta perdamaian dan keamanan.

Porsi terbesar berada pada bidang infrastruktur dengan anggaran sekitar 1 miliar dolar AS. Di dalamnya terdapat sekitar 400 juta dolar AS untuk hunian sementara, 275 juta dolar AS untuk pembersihan puing dan persenjataan yang belum meledak, serta 50 juta dolar AS untuk rehabilitasi rumah sakit.

Program infrastruktur juga mencakup perbaikan jaringan jalan, perlintasan perbatasan, listrik dan air. Rencana tersebut turut memuat penyediaan 25.000 perangkat tenaga surya portabel serta pekerjaan terkait terowongan di lokasi yang menjadi prioritas pembangunan kembali.

Board of Peace juga memasukkan pemulihan ekonomi dan layanan publik sebagai bagian dari tahap awal. Program yang dirancang mencakup dukungan terhadap kegiatan ekonomi serta sejumlah layanan yang dibutuhkan masyarakat setelah perang.

Baca Juga: Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo dan dr Tifa? Ini yang Ditunggu

Rencana tersebut turut menyentuh sektor digital dan hukum. Di antaranya adalah peningkatan konektivitas internet dan jaringan seluler, sistem pembayaran digital, pemulihan sistem peradilan, serta pembangunan pusat penyelesaian sengketa.

Sementara itu, bidang perdamaian dan keamanan mencakup pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional serta pembentukan dan pelatihan kepolisian baru untuk Gaza.

Board of Peace Ingin Memulai Pemulihan dari Kebutuhan Dasar

Seorang pejabat Dewan Perdamaian menjelaskan bahwa rencana tersebut dibuat untuk membangun kembali sistem pemerintahan dan ekonomi Gaza setelah mengalami kehancuran akibat perang.

"Rencana ini mengungkap cara membangun pemerintahan dari nol, memulihkan ekonomi yang hancur lebur, serta membangkitkan kembali wilayah yang dilanda kehancuran," kata pejabat tersebut, seperti dikutip Anadolu, Kamis (24/9/2026), dilansir dari iNews, Kamis, (24/9).

Laporan Axios menyebut nilai kerusakan fisik di Gaza diperkirakan mencapai 35,2 miliar dolar AS. Sementara kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar 71,4 miliar dolar AS dalam 10 tahun.

Artinya, dana 2,45 miliar dolar AS yang disiapkan untuk enam bulan pertama merupakan bagian awal dari kebutuhan pemulihan yang jauh lebih besar.

Board of Peace dan Mandat PBB

Board of Peace dibentuk pada Januari 2026 dan diketuai Presiden AS Donald Trump. Lembaga tersebut mendapat dasar dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 yang diadopsi pada November 2025.

Resolusi tersebut menyambut pembentukan Board of Peace sebagai pemerintahan transisi yang bertugas mengoordinasikan kerangka dan pendanaan pembangunan kembali Gaza. Resolusi yang sama juga memberikan kewenangan untuk membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional sementara.

Dalam laporan kepada Dewan Keamanan PBB pada Mei 2026, Board of Peace juga disebut menjalankan mandat terkait implementasi rencana komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza.

Rencana Board of Peace tersebut disusun ketika kebutuhan pemulihan Gaza sangat besar. Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah penduduk, tetapi juga fasilitas kesehatan, jalan, jaringan listrik, air, layanan publik, serta berbagai fasilitas lainnya.

Karena itu, 66 proyek dalam enam bulan pertama diposisikan sebagai tahap awal untuk memulihkan layanan dasar sekaligus menyiapkan fondasi bagi rekonstruksi jangka panjang. Laporan mengenai rencana tersebut juga menyebut pelaksanaannya masih membutuhkan dukungan pendanaan dan kondisi yang memungkinkan proyek berjalan.***

Editor : Dwi Puspitarini
Rekonstruksi Gaza Board of Peace palestina gaza donald trump