Kodam VI/Mulawarman Gunakan Simulasi Tempur Digital, Prajurit Dilatih Hadapi Skenario Operasi

Romdani. • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 19:15 WIB
Pussimpur Kodiklatad bekali prajurit Yonif 614/RJP aplikasi Simpur. (FOTO KODAM VI/MULAWARMAN)
Pussimpur Kodiklatad bekali prajurit Yonif 614/RJP aplikasi Simpur. (FOTO KODAM VI/MULAWARMAN)

KALTIMPOST.ID-Pusat Simulasi Tempur Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Pussimpur Kodiklatad) menggelar pembekalan aplikasi Simulasi Tempur (Simpur) bagi prajurit jajaran Kodam VI/Mulawarman. Kegiatan strategis itu dipusatkan di Aula Yonif 614/Raja Pandhita (RJP), Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Pembekalan tersebut disiapkan khusus untuk mematangkan kesiapan pelaku Latihan Antarcabang Batalyon Tim Pertempuran (Latancab YTP) Yonif 614/RJP Kodam VI/Mulawarman Tahun Anggaran 2026. Pelatihan intensif itu berlangsung selama dua hari, mulai Jumat (25/9) hingga Sabtu (26/9).

Agenda itu menjadi tahapan krusial menjelang pelaksanaan Latihan Pos Komando I (Latposko-I) yang dijadwalkan bergulir pada 29 September hingga 1 Oktober 2026 mendatang.

“Pembekalan itu merupakan tahapan penting menjelang Latposko-I untuk memastikan seluruh pelaku latihan memahami mekanisme serta alur simulasi secara menyeluruh,” tegas perwakilan Penerangan Kodam VI/Mulawarman dalam rilis resminya.

Baca Juga: Pangdam VI/Mulawarman Gembleng 422 Pelajar di Balikpapan, Ingatkan Bijak Bermedia Sosial

Dalam pelaksanaannya, pembekalan dirancang secara interaktif dan aplikatif dengan memadukan metode teori praktis. Seluruh peserta tidak sekadar menyimak materi di kelas, melainkan langsung mengoperasikan sistem simulasi di lapangan.

Materi yang disajikan mencakup pengoperasian aplikasi Rencana Informasi Latihan (RIL), Running Estimate (RE), Jam Simulasi, hingga Sketsel berbasis digital. Rangkaian sistem ini menjadi instrumen utama dalam mendukung kelancaran serta akurasi komando latihan.

“Para peserta tidak hanya menerima materi secara teori, melainkan langsung mempraktikkan pengoperasian aplikasi Simpur melalui perangkat modern yang telah disiapkan secara optimal,” terang instruktur Pussimpur Kodiklatad di sela kegiatan.

Untuk menjamin kelancaran jalannya simulasi, tim Pussimpur telah menyiapkan dan menguji coba seluruh perangkat teknologi pendukung sejak awal. Hal ini memastikan seluruh sistem komputasi bekerja stabil saat skenario taktis dijalankan.

“Pemanfaatan teknologi simulasi tempur ini memvisualisasikan dinamika operasi secara cepat dan interaktif, sekaligus mendorong transformasi metode latihan konvensional menuju sistem digital,” imbuh perwakilan Pendam VI/Mulawarman.

Latihan posko itu melibatkan gabungan personel dari berbagai unsur kecabangan di bawah naungan Kodam VI/Mulawarman.

Baca Juga: Banyak Sarjana Masih Menganggur, DPRD Balikpapan Kritisi Minimnya Peluang Kerja

Selain personel Yonif 614/RJP selaku inti pasukan, unsur bantuan tempur dan satuan pendukung lainnya turut ambil bagian secara terpadu.

Keterlibatan lintas fungsi tersebut mencakup personel Penerangan Kodam (Pendam), Pembinaan Mental Kodam (Bintaldam), hingga Sandi Siber Kodam VI/Mulawarman.

Satuan komando kewilayahan dari Korem 092/Maharajalila dan Kodim 0911/Nunukan juga dilibatkan guna memantapkan koordinasi teritorial.

“Keterpaduan lintas satuan ini menjadi kunci agar pelaksanaan Latposko-I berjalan lebih berkualitas, terukur, dan selaras dengan tuntutan perkembangan teknologi militer modern,” pungkasnya. (rd)

 

Editor : Romdani.
Kodam VI/Mulawarman karhutla Kaltim kabut asap letjen lucky avianto ibu kota nusantara