KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memberi peringatan kepada 49 PNS yang baru dilantik. Dia menegaskan jabatan bukan hadiah, hak, maupun tempat untuk mencari kenyamanan. Menurutnya, jabatan merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang harus dibuktikan melalui kinerja dan manfaat bagi masyarakat.
“Jabatan bukanlah hadiah. Jabatan bukanlah hak dan bukan tempat untuk mencari kenyamanan. Jabatan adalah amanah. Jabatan adalah tanggung jawab, sekaligus juga adalah ujian dan pengabdian,” tegas Rudy, Senin (28/9).
Pernyataan tersebut disampaikan Rudy saat melantik enam pejabat pimpinan tinggi pratama serta 43 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemprov Kaltim. Rudy meminta pejabat tidak sekadar piawai dalam membuat laporan. Pejabat dituntut mampu mengambil keputusan dengan cepat, berani bertanggung jawab, menyelesaikan persoalan, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Baca Juga: Gubernur Rudy Mas’ud Rotasi Enam Pejabat Eselon II Kaltim, Sektor Kesehatan dan RSUD Bergeser
“Kami tidak membutuhkan pejabat yang hanya pandai membuat laporan. Kami tidak membutuhkan pejabat yang lambat, tetapi kami betul-betul membutuhkan pejabat yang cepat dalam mengambil keputusan, berani bertanggung jawab, dan mampu menyelesaikan masalah,” ujarnya.
Dia menyebut ada tiga hal yang harus menjadi pegangan seluruh ASN. Yakni integritas, loyalitas kepada negara dan pemerintahan, serta profesionalisme. Rudy juga menekankan loyalitas tidak berarti sekadar menyenangkan pimpinan. Loyalitas, kata dia, harus diwujudkan dengan menjalankan tugas organisasi secara benar, menjaga aturan, dan memastikan target pemerintahan tercapai.
“Mulai hari ini, kami akan melihat kerja-kerja, bukan sekadar jabatan,” katanya. Rudy bahkan menegaskan bakal melakukan evaluasi terhadap pejabat yang lambat dalam menjalankan tugas. Sebaliknya, pejabat yang berprestasi akan diberikan ruang lebih besar.
Baca Juga: Pangkas Tukin dan Perdin ASN Rp 70 Miliar, Pemkot Balikpapan Alihkan ke Jalan dan Rumah Sakit
“Yang berprestasi akan kita berikan ruang yang lebih besar. Yang lambat di dalam eksekusi akan kita laksanakan evaluasi. Yang bermain-main dengan kewenangan, kami tidak ragu-ragu untuk mengambil tindakan,” tegasnya.
Dia meminta jajaran birokrasi Pemprov Kaltim bekerja lebih cepat, bersih, responsif, dan berorientasi pada hasil. “Jangan tunggu diperintah untuk bekerja, dan jangan tunggu masalah menjadi besar baru bergerak,” ujarnya.
Rudy juga mengingatkan pejabat baru agar tidak bekerja sendiri-sendiri. Kekompakan lingkungan kerja, komunikasi antara pimpinan dan bawahan, serta koordinasi lintas perangkat daerah harus diperkuat. “Kita bekerja dalam satu pemerintahan dan satu tujuan. Karena itu, ego sektoral harus kita kurangi dan semangat kolaborasi harus kita perluas,” katanya.
Menurut Rudy, ukuran keberhasilan pejabat pada akhirnya bukan sekadar jabatan yang diemban. Ukuran tersebut harus terlihat dari pekerjaan yang dilakukan dan manfaat yang dirasakan masyarakat. “Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kita bukan semata-mata pada jabatan yang kita pegang, tetapi apa yang kita kerjakan dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki