Profil Dasmiah, Eks Kepala Sekolah di Samarinda yang Kini Nakhodai Bapenda Kaltim

Eko Pralistio • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 17:13 WIB
Kepala Bapenda Kaltim, Dasmiah, resmi dilantik Gubernur Rudy Mas
Kepala Bapenda Kaltim, Dasmiah, resmi dilantik Gubernur Rudy Mas'ud pada Senin, 28 September 2026. (FOTO/EKO PRALISTIO)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Perjalanan pengabdian seorang aparatur sipil negara kerap melintasi lorong pengabdian yang tak terduga, sebagaimana rekam jejak panjang yang dilalui Dasmiah.

Sosok birokrat perempuan ini resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalimantan Timur setelah dilantik langsung oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Senin (28/9).

Sebelum dipercaya menakhodai pos strategis pengumpul pendapatan daerah tersebut, Dasmiah sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda sekaligus Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim.

Tugas mengawal lumbung pundi-pundi kas daerah tentu bukan perkara enteng di tengah dinamika fiskal daerah yang terus bergerak dinamis. Kendati demikian, Dasmiah melangkah dengan ketenangan dan perhitungan matang untuk menyusun strategi penguatan pendapatan asli daerah (PAD) Benua Etam ke depan.

Baca Juga: Rudy Mas’ud Peringatkan Pejabat Baru: Jabatan Bukan Hadiah, Yang Lambat Bakal Dievaluasi!

"Langkah ke depan yang akan kita ambil, yang pertama adalah bagaimana cara meningkatkan PAD," ujar Dasmiah, Senin (28/9). Ia menegaskan bahwa ketergantungan belanja daerah terhadap ketahanan kas internal menuntut koordinasi erat dan keterbukaan langkah kerja bersama pucuk pimpinan daerah.

"Dan tentu saja, langkah kedua kita juga akan meningkatkan kerja sama dengan seluruh stakeholder, terutama perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kaltim," tambahnya. Bagi Dasmiah, potensi penerimaan daerah dari sektor korporasi besar di Kaltim masih menyimpan ruang optimalisasi yang sangat lebar.

Langkah pendekatan persuasif, dialog berkelanjutan, dan penegakan regulasi bakal dijalankan beriringan demi memastikan kepatuhan para pelaku usaha. "Insyaallah, kita meminta komitmennya untuk sama-sama membangun Kaltim dengan ketaatannya membayar pajak," tegas Dasmiah.

Ia merinci sejumlah komponen penerimaan strategis yang dibidik, mulai dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), pajak alat berat, hingga Pajak Air Permukaan (PAP). "Baik pajak PKB, maupun pajak alat berat, maupun pajak PAP-nya," imbuh birokrat yang dikenal tekun dan teliti tersebut.

Baca Juga: Gubernur Rudy Mas’ud Rotasi Enam Pejabat Eselon II Kaltim, Sektor Kesehatan dan RSUD Bergeser

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memberi peringatan kepada 49 PNS yang baru dilantik. Dia menegaskan jabatan bukan hadiah, hak, maupun tempat untuk mencari kenyamanan. (FOTO/EKO PRALISTIO)
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memberi peringatan kepada 49 PNS yang baru dilantik. Dia menegaskan jabatan bukan hadiah, hak, maupun tempat untuk mencari kenyamanan. (FOTO/EKO PRALISTIO)

Modal Integritas dan Pengabdian Lintas Bidang

Menilik ke belakang, ketangguhan mental dan keluwesan komunikasi Dasmiah terbentuk dari jam terbang yang luar biasa panjang di berbagai pos penugasan. Jauh sebelum mengurusi tata kelola keuangan provinsi, Dasmiah mengawali kiprah panjangnya di dunia pendidikan sebagai pendidik dan kepala sekolah di Kota Tepian, Samarinda.

Ia tercatat pernah memimpin SMP Negeri 12 Samarinda pada periode 2006 hingga 2009, sebelum dipindahtugaskan menjadi Kepala SMP Negeri 7 Samarinda rentang 2009 hingga 2012. Kiprah kepemimpinannya di ranah pendidikan berlanjut saat dipercaya menakhodai SMP Negeri 5 Samarinda pada tahun 2012 sampai 2015.

Setelah hampir satu dekade mematangkan karakter generasi muda di ruang kelas, Dasmiah mulai memasuki ranah pelayanan birokrasi pemerintahan daerah pada tahun 2015. Ia menjabat Kepala UPTD Layanan Ilir hingga 2017, kemudian beralih menjadi Kepala Seksi Hak Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Samarinda.

Baca Juga: APBD Kaltim Dipangkas Jadi Rp14,33 Triliun, Sekprov Sri Wahyuni Beberkan Efisiensi Ketat Pemprov

Portofolio pengabdiannya kian kaya ketika dipercaya menduduki kursi Kepala Bidang Tanaman Pangan di Dinas Pertanian Samarinda pada 2017 hingga 2019. Ketajaman manajerialnya kian teruji saat menjabat Sekretaris Dinas Kearsipan Samarinda pada 2019 hingga 2020, lalu dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Sosial Samarinda hingga awal 2023.

Setelah sempat menjabat Kepala Bagian Persidangan di Sekretariat DPRD Samarinda, Dasmiah promosi ke lingkup Pemerintah Provinsi Kaltim sebagai Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim pada pertengahan 2023.

Sekitar tahun 2025, Dasmiah diberi tugas penting untuk mewujudkan program Gratispol Pendidikan. Program unggulan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji tersebut dilaporkan sudah menyentuh ratusan ribu penerima manfaat.

Menjaga Kepercayaan Publik Bumi Etam

Rentetan pengalaman dari ruang kelas hingga meja legislasi dan birokrasi sosial itulah yang kini menjadi bekal berharga Dasmiah memimpin Bapenda Kaltim. Ia berpesan bahwa setiap rupiah yang disetorkan masyarakat maupun dunia usaha merupakan amanah besar yang bermuara langsung pada kesejahteraan warga Kaltim.

 "Karena pajak adalah sarana salah satu untuk pembangunan di Kaltim. Percaya pada kita bahwa pajak dan lain-lain, akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan pembangunan Kaltim," pungkas Dasmiah. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
mutasi asn kaltim asn pemprov kaltim pemprov kaltim Bapenda Kaltim Dasmiah