KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim bergerak cepat membenahi puluhan titik lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) yang sempat padam total akibat ulah komplotan pencuri kabel.
Aksi perusakan fasilitas publik tersebut sebelumnya membuat lintasan jembatan penghubung vital ini gelap gulita dan membahayakan keselamatan pengendara yang melintas pada malam hari. Berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan oleh tim teknis, sebanyak 15 dari total 39 titik lampu PJU yang terpasang di sepanjang bentang jembatan ditemukan dalam keadaan mati total.
"Dari 39 titik penerangan, ada 15 titik yang padam. Rinciannya, 3 titik dari arah Loa Janan dan 12 titik dari arah Samarinda (Loa Gagak)," tegas Plt Kepala Dinas PUPR Kaltim Irhamsyah, Senin (28/9). Pihaknya mengungkapkan bahwa padamnya belasan titik penerangan tersebut murni akibat tindak kriminalitas pencurian aset, bukan semata karena gangguan teknis bohlam putus.
Baca Juga: Tegas! DPRD Kaltim Minta Izin Perusahaan Penabrak Jembatan Mahulu Dibekukan
Para pelaku nekat memutus jaringan kabel serta menggasak komponen Mini Circuit Breaker (MCB) yang terpasang di instalasi jembatan. "Lampu padam ini ada yang memang sudah mati, tapi mayoritas disebabkan MCB dan kabelnya sudah hilang ditarik serta diputus orang. Kabel sepanjang kurang lebih 500 meter habis ganti semua," beber Iing.
Menindaklanjuti kerusakan parah tersebut, Dinas PUPR Kaltim langsung menerjunkan tim teknis untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh di lapangan. Sebanyak 11 unit lampu yang rusak langsung diganti, 6 unit lampu baru dipasang, serta 5 titik jaringan penerangan dilakukan perbaikan intensif.
Upaya perbaikan tersebut akhirnya membuahkan hasil, di mana seluruh titik lampu PJU yang sebelumnya padam kini telah menyala normal dan berfungsi optimal kembali. Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali yang berpotensi menguras kas daerah, Dinas PUPR Kaltim tengah menyiapkan langkah preventif dengan mengkaji pemasangan kamera pengawas.
"Fungsi penerangan sudah kita kembalikan. Nanti kalau ada alokasi anggaran lagi, kita coba pasang CCTV untuk memonitor area jembatan," jelasnya. Meski demikian, Irhamsyah menekankan bahwa pengawasan pemerintah daerah akan sia-sia tanpa adanya kepedulian aktif dari warga sekitar untuk menjaga aset bersama.
"Ini fasilitas publik, milik masyarakat bersama. Kalau tidak dijaga dan rusak lagi akibat tangan tak bertanggung jawab, ujung-ujungnya pemerintah lagi yang disalahkan. Mari sama-sama kita awasi," imbaunya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki