Rotasi strategis ini menyasar sejumlah sektor penting di lingkungan Pemprov Kaltim. Beberapa pos yang mengalami pergantian nakhoda di antaranya sektor kesehatan, sosial, pendapatan daerah, hingga manajemen rumah sakit milik daerah.
Salah satu pergeseran posisi yang menjadi sorotan adalah pertukaran jabatan antara Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Andi Muhammad Ishak yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Sosial kini resmi dilantik menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kaltim. Sementara itu, tongkat estafet kepemimpinan Dinas Sosial Kaltim kini dipegang oleh Jaya Mualimin.
Baca Juga: Profil Dasmiah, Eks Kepala Sekolah di Samarinda yang Kini Nakhodai Bapenda Kaltim
Menanggapi rotasi tugas tersebut, Jaya Mualimin menegaskan loyalitasnya sebagai aparatur sipil negara. Perpindahan penugasan disebutnya merupakan hal wajar dalam tata kelola birokrasi pemerintahan.
"Intinya bahwa jabatan ini amanah. Kami prajurit mau ditempatkan di mana saja, siap untuk menjalankan," tegas Jaya Mualimin saat dimintai keterangan seusai pelantikan, Senin (28/9). Ia memandang penugasan baru ini memiliki cakupan tanggung jawab yang sangat besar bagi masyarakat. Beragam dinamika sosial di Benua Etam menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dipetakan dan diselesaikan.
"Apalagi Dinas Sosial ini lebih luas ya, jadi masalahnya lebih kompleks. Maka ini menjadi tantangan buat saya," beber mantan orang nomor satu di Dinkes Kaltim tersebut. Jaya pun menyampaikan rasa terima kasih atas amanah dan kepercayaan baru yang diberikan pimpinan daerah kepadanya. Ia memastikan seluruh energi dan komitmennya tetap penuh untuk melayani warga Kaltim.
Baca Juga: Rudy Mas’ud Peringatkan Pejabat Baru: Jabatan Bukan Hadiah, Yang Lambat Bakal Dievaluasi!
"Terima kasih Pak Gubernur sudah memberikan amanah baru dan ini menjadikan kita pengalaman baru. Jadi saya tetap semangat," tuturnya. Jaya meyakini bahwa suksesi kepemimpinan di instansi lamanya akan berjalan mulus dan berkesinambungan. Ia menilai rekam jejak Andi Muhammad Ishak sangat mumpuni dalam memimpin urusan kesehatan daerah.
"Pengganti saya, Pak Andi Muhammad Ishak, juga dulu orang lama di sana. Kemudian bisa melanjutkan visi-misi Bapak Gubernur, Gratispol bidang kesehatan," jelas Jaya. Terkait mekanisme mutasi, Jaya mengungkapkan bahwa rencana pergeseran posisi sejatinya sudah bergulir sejak beberapa bulan terakhir.
Kebijakan penataan struktur ini berjalan sejalan dengan implementasi manajemen talenta ASN di lingkungan Pemprov Kaltim. "Kalau undangan kan baru kemarin. Sementara isu akan ada penyegaran sudah lama, jadi kita siap-siap juga dalam melaksanakan amanah yang baru ini," tandasnya saat disinggung mengenai waktu pemberitahuan mutasi.
Memasuki tempat penugasan yang baru, Jaya sudah menyusun prioritas kerja yang akan segera digarap. Ia berkomitmen melanjutkan program-program positif yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya. "Banyak yang mau dilakukan. Saya ingin melanjutkan programnya Pak Andi Ishak, terutama juga terkait dengan masalah-masalah sosial yang ada," urainya.
Baca Juga: Pastikan Keandalan Operasional Perbatasan, Manajemen PJM Tinjau STS Nipa di Pulau Terluar
Fokus perhatian utamanya akan diarahkan pada perlindungan kelompok rentan, khususnya komunitas disabilitas dan warga miskin. Pihaknya berencana menata ulang pola penanganan terpadu agar para penyandang disabilitas mendapat intervensi sosial yang tepat.
"Yang paling rentan itu kan komunitas disabilitas ya. Ada lima disabilitas, salah satunya mungkin juga ada yang dipasung ya, kemudian anak-anak yang mempunyai handicap," terang Jaya. Selain persoalan penanganan disabilitas, sinkronisasi data kepesertaan jaminan kesehatan bagi masyarakat prasejahtera juga menjadi target penting.
Sinergi antara Dinas Sosial dengan kementerian teknis akan diperketat demi memastikan bantuan iuran tersalurkan secara adil. "Dengan disabilitas kita akan buat sedemikian rupa, termasuk juga mengelola kepesertaan dari BPJS. Terutama untuk yang penerima bantuan iuran untuk BPJS yang ranahnya ada di Kementerian Sosial dan Dinas Sosial," pungkas Jaya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki