KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kelainan anatomi organ reproduksi bukan sekadar persoalan medis. Kondisi yang terbentuk sejak dalam kandungan itu bisa memengaruhi fungsi tubuh, kenyamanan, hingga kehidupan sehari-hari. Kini, penanganan untuk kasus yang tergolong langka tersebut hadir di Kaltim.
Di Rumah Sakit Primecare Samarinda menghadirkan layanan rekonstruksi kompleks berupa neovagina atau vaginoplasti, sebuah tindakan medis untuk membuat atau merekonstruksi saluran vagina.
Dokter spesialis uroginekologi, dr. Setyawan Nurtanio, menjelaskan tindakan tersebut dapat dilakukan pada pasien dengan kelainan kongenital atau kelainan bawaan sejak lahir. Dalam kondisi tertentu, kelainan muncul karena proses pembentukan organ reproduksi tidak berlangsung sempurna selama masa perkembangan di dalam kandungan.
Kasus seperti ini bukan kondisi yang umum. Angka kejadiannya diperkirakan hanya sekitar satu berbanding 4.000 hingga 5.000 bayi perempuan. Namun, langkanya kasus tidak membuat penanganannya bisa dilakukan secara sederhana. Dokter perlu memastikan kondisi pasien melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang sebelum menentukan tindakan.
Baca Juga: Kasus Cath Lab RSUD AWS, Ketua MDP: Pidana Dokter Wajib Rekomendasi Majelis Disiplin
“Penanganannya dari pemeriksaan fisik dan penunjang, disimpulkan harus segera dilakukan tindakan operasi,” katanya. Rekonstruksi juga bukan pekerjaan yang hanya bergantung pada kemampuan dokter. Prosedur kompleks memerlukan fasilitas dan peralatan medis yang memadai agar tindakan dapat dilakukan sesuai kebutuhan pasien.
Neovagina sendiri, kata dia, hanya salah satu bagian dari layanan Uroginekologi Rekonstruksi. Bidang tersebut memiliki cakupan yang lebih luas, khususnya dalam menangani berbagai persoalan pada dasar panggul perempuan.
Dari turun peranakan atau prolaps uteri, inkontinensia urine, gangguan buang air besar, trauma akibat persalinan maupun kecelakaan, hingga kelainan anatomi bawaan. Karena itu, Setyawan menyebut uroginekologi rekonstruksi tidak tepat jika hanya ditempatkan sebagai layanan yang berkaitan dengan estetika.
“Banyak yang mengira penanganan ini hanya soal estetika, padahal fokus utama kami adalah mengembalikan anatomi dan fungsinya,” ujarnya. Memang tidak semua gangguan pada dasar panggul bisa dikategorikan sebagai kondisi yang mengancam nyawa. Tetapi dampaknya bisa masuk ke ruang yang lebih personal dalam kehidupan pasien.
Baca Juga: Sorotan Kasus Cath Lab RSUD AWS, Dewas Minta Publik Tak Asal Vonis Malpraktik Pasien Cuci Darah
Kesulitan menahan buang air kecil, misalnya, dapat membatasi aktivitas sehari-hari. Begitu pula gangguan pada organ reproduksi yang dapat memengaruhi kenyamanan, kondisi psikologis, hingga hubungan suami istri. Dalam tindakan rekonstruksi seperti neovagina, keberhasilan operasi pun tidak berhenti ketika prosedur di ruang operasi selesai.
Tahap setelah operasi justru menjadi bagian penting dari proses pemulihan. "Area tindakan yang berdekatan dengan saluran pembuangan membuat risiko infeksi harus mendapat perhatian khusus," katanya.
Baca Juga: Soroti Kasus Cath Lab RSUD AWS, Ombudsman Kaltim Sentil Pengawasan Internal Belum Optimal
Pasien perlu menjalani kontrol secara berkala. Karena itu, kedisiplinan pasien jadi bagian dari proses tersebut. Kebersihan area operasi harus dijaga. Aktivitas fisik berat dan mengangkat beban perlu dihindari. Begitu pun dengan pola makan sehingga pasien tidak mengalami kondisi rawan.
“Keberhasilan operasi itu dinilai secara bertahap melalui kontrol rutin pada minggu pertama, minggu kedua, bulan pertama, hingga bulan ketiga pasca-tindakan,” katanya. Hadirnya layanan Uroginekologi Rekonstruksi di Samarinda membuka pilihan baru bagi pasien di Kaltim yang membutuhkan penanganan khusus. (riz)
Editor : Muhammad Rizki