KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Perebutan kursi Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda periode 2026-2030 resmi berakhir dengan kemenangan Prof Rudiyanto Amirta. Kepastian tersebut ditentukan melalui agenda rapat senat tertutup yang digelar pada Rabu (30/9/2026).
Dalam proses pemungutan suara tersebut, Prof Rudiyanto Amirta sukses mengantongi 74 suara atau setara 53,6 persen. Sementara itu, rektor petahana Prof Abdunnur memperoleh 64 suara atau 46,4 persen, dan kandidat lainnya yakni Dr Fahrul Agus tidak mendapatkan suara.
Sebanyak 138 suara yang diperebutkan dalam pemilihan ini dinyatakan masuk dan sah secara keseluruhan oleh panitia. Tidak ada satu pun suara yang dinyatakan rusak maupun pemilih yang memilih abstain.
Hasil penghitungan akhir ini sekaligus membalikkan peta kekuatan yang sebelumnya terbentuk pada tahapan penyaringan. Pada tahapan penyaringan yang digelar Senat Unmul pada Selasa (8/9/2026), Prof Abdunnur sempat unggul telak di posisi puncak.
Baca Juga: Pemilihan Rektor Unmul 2026: Intip Program Unggulan Abdunnur, Rudianto, dan Fahrul Agus
Kala itu, dari total 90 anggota Senat Unmul yang menyalurkan hak suaranya, Abdunnur meraih 65 suara. Posisi kedua ditempati Rudiyanto Amirta dengan 24 suara, Fahrul Agus memperoleh 1 suara, sedangkan Mukhamad Nurhadi dan Soerja Koesnarpadi nihil suara.
Perubahan peta dukungan yang cukup drastis terjadi saat tahapan pemilihan puncak berlangsung. Rudiyanto yang mulanya hanya mengantongi 24 dukungan senat berhasil melesat hingga mengumpulkan 74 suara, sedangkan suara Abdunnur relatif stagnan dari 65 menjadi 64 suara.
Pergeseran suara tersebut tidak lepas dari komposisi pemilih yang melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Sesuai regulasi pemilihan perguruan tinggi negeri, kementerian memegang porsi 35 persen hak suara, sementara senat universitas memiliki 65 persen hak suara. Kemenangan Prof Rudiyanto Amirta dengan keunggulan 10 suara ini menandai babak baru kepemimpinan Universitas Mulawarman untuk periode empat tahun mendatang. (riz)
Editor : Muhammad Rizki