KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Surplus daya listrik Kaltim bisa berubah menjadi defisit ketika sejumlah pembangkit masuk masa perawatan. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab terjadinya pemadaman bergilir.
Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto mengatakan, sejumlah pembangkit yang masuk masa perawatan membuat kapasitas daya yang tersedia berkurang. Padahal, secara keseluruhan sistem kelistrikan masih memiliki surplus 152,41 MW.
“Memang menurut penjelasan PLN itu ada beberapa pembangkit IPP yang mengalami perawatan rutin,” kata Bambang, Rabu (30/9). Beberapa pembangkit yang disebut menjalani perawatan antara lain PLTU Graha Power Kaltim dengan kapasitas 200 MW, PT Indika 200 MW, PT Cahaya Fajar Kaltim 55 MW, PLTU Muara Jawa 95 MW, Senipah 117 MW dan PLTS 50 MW.
Sementara dari pembangkit milik PLN terdapat PLTU Kariangau 180 MW, PLTG Peking 140 MW, Tanjung Batu 45,6 MW, Sambera 18,18 MW, Bontang 47,4 MW serta PLTD 49,49 MW. Bambang menjelaskan, perawatan pembangkit tersebut dilakukan secara bergilir. Persoalannya, ketika beberapa unit tidak dapat beroperasi pada waktu yang bersamaan, cadangan daya sistem ikut tergerus.
Baca Juga: Hasil Pemilihan Rektor Unmul: Unggul 10 Suara, Prof Rudiyanto Kalahkan Abdunnur
“Perawatannya bergilir. Itu yang mengakibatkan kita mengalami defisit daya,” ujarnya. Dalam kondisi tertentu, defisit tersebut menurut Bambang bisa mencapai 50 hingga 100 MW. Akibatnya, sistem kelistrikan harus melakukan penyesuaian beban. Salah satunya melalui pemadaman bergilir atau penyalaan listrik secara bergantian.
Bambang menekankan, perawatan pembangkit sebenarnya merupakan bagian penting untuk menjaga keandalan sistem. Namun, pengaturan jadwal perawatan menjadi penting agar tidak menimbulkan kekurangan daya ketika beban masyarakat sedang tinggi.
“Keandalan mesin itu tergantung pada perawatan mesin,” katanya. Dia juga mengingatkan bahwa mesin pembangkit yang sudah berusia tua membutuhkan perawatan lebih serius. “Kita juga paham, mesin ini kan sensitif. Apalagi mesin yang sudah mulai tua, itu memang harus betul-betul dirawat,” ujarnya.
Pemprov Kaltim, lanjut Bambang, masih menunggu penjelasan terbaru dari PLN mengenai kondisi pembangkit dan langkah teknis untuk mengatasi pemadaman. “Kita belum lagi diskusi lagi dengan teman-teman PLN apa yang menyebabkan terjadi lagi,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki