Kutai Timur dan Berau Terbanyak, 58.725 KK di Kaltim Masih Menanti Jaringan Listrik PLN

Eko Pralistio • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 18:23 WIB
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Bambang Arwanto, saat memberikan keterangan kepada awak media. (FOTO/EKO PRALISTIO)
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Bambang Arwanto, saat memberikan keterangan kepada awak media. (FOTO/EKO PRALISTIO)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Persoalan kelistrikan di Kaltim bukan hanya soal pemadaman bergilir. Di tengah sistem yang disebut memiliki surplus daya 152,41 MW, masih terdapat 72 desa dan 58.725 kepala keluarga (KK) yang belum menikmati listrik.

Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto mengatakan, persoalan pemerataan listrik masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. “Kita tahu bahwa kita sampai tahun ini masih punya 72 desa yang belum berlistrik,” kata Bambang, Rabu (30/9).

Selain itu, terdapat sekitar 926 kilometer sirkuit jaringan antar-dusun yang belum terlayani PLN. “Masih besar ya, 926 kilometer sirkuit jaringan antar-dusun, RT, desa yang masih belum terlayani oleh PLN,” ujarnya.

Baca Juga: Penyebab Pemadaman Listrik di Kaltim: Pembangkit Masuk Perawatan, Cadangan Tergerus

Menurut Bambang, kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah perdesaan masih mengalami keterbatasan akses listrik. Jalan penghubung antardusun di sejumlah wilayah bahkan masih gelap karena belum terjangkau jaringan listrik.

“Makanya kalau teman-teman ke desa-desa, jalan antar-dusunnya gelap dan semuanya memang masih belum terlayani,” katanya. Sebaran desa dan rumah tangga yang belum menikmati listrik tersebut cukup luas.

Di Kabupaten Paser terdapat empat desa dengan 3.716 KK yang belum berlistrik. Kutai Timur mencatat 13 desa dengan 24.730 KK. Kemudian Berau terdapat 15 desa dengan 9.835 KK. Kutai Barat 21 desa dengan 4.208 KK. Mahakam Ulu 11 desa dengan 4.845 KK. Sedangkan Kutai Kartanegara terdapat delapan desa dengan 9.352 KK.

Jika dijumlahkan, terdapat 72 desa dengan 58.725 KK yang belum menikmati layanan listrik. Bambang menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kelistrikan Kaltim memiliki lebih dari satu sisi.

Baca Juga: Hak Konsumen Belum Terpenuhi, Pengembang Balikpapan Regency Akui Kesalahan Internal

“Jadi memang permasalahan kita itu, kurang andalnya pembangkit dan tidak meratanya PLN,” ujarnya. Karena itu, pembenahan sistem kelistrikan menurut dia tidak cukup hanya menyelesaikan persoalan pemadaman di wilayah yang sudah teraliri listrik. Pemerataan akses juga menjadi pekerjaan yang harus berjalan bersamaan.

Terlebih, Kaltim masih memiliki wilayah terpencil dan daerah tertinggal yang membutuhkan pembangunan jaringan listrik. “Memang kita berharap sekali bahwa PLN sebagai satu-satunya entitas pelayanan publik yang bertugas melayani masyarakat Indonesia untuk listrik ini punya sistem yang andal,” pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Desa Belum Berlistrik Kaltim berau Dinas ESDM Kaltim pln kutim