KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Struktur baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode masa khidmah 2026–2031 resmi diumumkan. Gudfan Arif Ghofur, atau lebih dikenal sebagai Gus Gudfan, dipercaya menduduki posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU.
Penunjukan tersebut disampaikan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dalam konferensi pers pengumuman struktur PBNU masa khidmah 2026–2031, Rabu (30/9/2026).
Pengumuman berlangsung di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut digelar secara langsung sekaligus disiarkan melalui kanal YouTube TVNU.
Baca Juga: Hary Tanoe Laporkan Jusuf Hamka ke Polisi, Polemik MNC Group Masuk Ranah Hukum
Gus Gudfan menggantikan posisi Sekjen PBNU sebelumnya, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dalam kepengurusan baru tersebut.
Lantas, siapa sosok Gus Gudfan yang dipercaya mengisi posisi strategis di jajaran PBNU?
Putra Pengasuh Ponpes Sunan Drajat
Gus Gudfan merupakan putra KH Abdul Ghofur, pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur.
Ia dikenal aktif dalam kegiatan dan kepengurusan Nahdlatul Ulama. Selain berkiprah di organisasi, Gus Gudfan juga memiliki pengalaman sebagai pengusaha dan terlibat dalam sejumlah perusahaan.
Kariernya di lingkungan NU antara lain berkaitan dengan bidang keuangan. Pada masa khidmah 2012–2017, Gus Gudfan dipercaya menjadi Bendahara Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa.
Setahun setelahnya, ia menjalankan tugas sebagai Bendahara Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Timur untuk masa khidmah 2013–2018.
Peran Gus Gudfan di lingkungan NU terus berlanjut. Pada periode 2018–2023, ia dipercaya sebagai Penasihat RMI PWNU Jawa Timur.
Baca Juga: John Herdman Pastikan Timnas Indonesia Siap Hadapi Bangladesh
Ia kemudian menjadi Penasihat Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk masa khidmah 2019–2023.
Pernah Jadi Plt Bendahara Umum PBNU
Pengalaman Gus Gudfan di bidang keuangan PBNU juga cukup panjang.
Pada 31 Januari 2022, ia dikukuhkan sebagai salah satu Bendahara PBNU bersama 11 orang lainnya.
Pada tahun yang sama, Gus Gudfan kemudian mendapat amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bendahara Umum PBNU.
Penunjukan sebagai Plt Bendum tersebut dilakukan ketika Mardani H Maming berstatus tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam posisi itu, Gus Gudfan menjalankan tugas Bendahara Umum PBNU selama Mardani H Maming berada dalam status tersebut.
Dengan pengalaman tersebut, Gus Gudfan sebelumnya memang telah memiliki rekam jejak panjang dalam pengelolaan organisasi dan keuangan di lingkungan NU.
Pendidikan Gus Gudfan
Riwayat pendidikan Gus Gudfan ditempuh di Jawa Timur.
Pada jenjang pendidikan dasar hingga tsanawiyah, ia bersekolah di Lamongan. Setelah itu, pendidikan aliyah dilanjutkannya di Jombang.
Gus Gudfan kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Darul Ulum Jombang.
Setelah menyelesaikan pendidikan kuliah, ia mulai menekuni dunia usaha. Aktivitas bisnis tersebut telah dijalankannya sejak 2003 hingga sekarang.
Baca Juga: Suka Nonton Film Horor? Ini Kepribadian yang Mungkin Melekat Menurut Psikologi
Bisnis di Berbagai Sektor
Di luar aktivitas organisasi, Gus Gudfan juga dikenal sebagai pengusaha. Ia mendirikan sejumlah perusahaan yang bergerak di berbagai sektor usaha. Bidang bisnis yang digelutinya antara lain minyak dan gas, petrokimia, teknologi informasi dan telekomunikasi (IT), serta pertambangan batu bara.
Dalam sejumlah perusahaan tersebut, Gus Gudfan tercatat menjalankan peran sebagai komisaris maupun direksi.
Jaringan perusahaan yang dipimpinnya tidak hanya berada di Jakarta. Sejumlah perusahaan tersebut juga memiliki kantor cabang di berbagai daerah di Indonesia.
Beberapa wilayah yang disebut menjadi lokasi kantor cabang antara lain Surabaya, Bali, Semarang, dan Cilegon.
Editor : Uways Alqadrie