Demo Pascapilrek Tutup Pintu Utama Unmul, Akses Kuliah Mahasiswa Sempat Terganggu

Eko Pralistio • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 19:25 WIB
Sejak pagi, pintu utama Unmul dipenuhi aksi demonstrasi sekelompok masyarakat berseragam yang menyampaikan aspirasi pascapemilihan rektor Unmul periode 2026–2030. (FOTO/EKO PRALISTIO)
Sejak pagi, pintu utama Unmul dipenuhi aksi demonstrasi sekelompok masyarakat berseragam yang menyampaikan aspirasi pascapemilihan rektor Unmul periode 2026–2030. (FOTO/EKO PRALISTIO)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Pintu utama Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda tak sepenuhnya menjadi jalur keluar-masuk mahasiswa, Kamis (1/10).  Sejak pagi, akses tersebut dipenuhi aksi demonstrasi sekelompok masyarakat berseragam yang menyampaikan aspirasi pascapemilihan rektor Unmul periode 2026–2030.

Orasi berlangsung di depan gerbang utama kampus. Kondisi itu membuat sebagian mahasiswa yang hendak menuju fakultas harus mencari jalur alternatif. Bagi mahasiswa, persoalannya bukan semata soal adanya aksi penyampaian pendapat. Melainkan akses menuju ruang-ruang perkuliahan yang ikut terdampak.

Ahmad Arrasyid, mahasiswa Fakultas Hukum Unmul, mengaku cukup terganggu dengan kondisi tersebut. Sebab, gerbang utama merupakan akses yang biasa digunakan mahasiswa menuju masing-masing fakultas.

Baca Juga: Soroti Hak Suara Menteri 35 Persen di Pilrek Unmul, Castro Tolak Wacana Penutupan Kampus

"Saya sendiri sebenarnya merasa cukup terganggu. Karena akses gerbang utama ke masing-masing fakultas yang harus dilalui, saat ini terhalang oleh beberapa teman-teman, oleh sekelompok orang," kata Ahmad.

Akibatnya, sejumlah mahasiswa terpaksa memutar melalui jalur lain, termasuk Gerbang Pramuka. Kepadatan pun ikut terjadi di jalur alternatif tersebut. "Sehingga banyak dari teman-teman kemudian harus memutar jalan, entah itu melalui Gerbang Pramuka dan lain sebagainya. Di Gerbang Pramuka pun sedikit macet," ujarnya.

Ahmad tidak mempersoalkan hak setiap orang untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, menurut dia, hak tersebut semestinya berjalan beriringan dengan hak mahasiswa untuk mendapatkan akses ke kampus dan mengikuti aktivitas perkuliahan.

Baca Juga: Rahasia di Balik Kekalahan Petahana Unmul, Ketua Senat Buka-bukaan Pengaruh 35 Persen Suara Menteri

"Untuk menyampaikan pendapat di muka umum itu sangat boleh. Cuma sebaiknya, walaupun teman-teman memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum, saya kira teman-teman yang hari ini berkuliah, teman-teman yang hari ini harus ke kampus, itu pun memiliki hak juga," tegasnya.

Aksi tersebut berangsur mereda menjelang siang. Sekitar pukul 12.30 Wita, para demonstran mulai meninggalkan kawasan gerbang utama Unmul. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
pilrek unmul Unmul Samarinda UNMUL Rektor Unmul