Jejak Akpol 1994 di Pucuk Polri: Suyudi Jadi Kapolri, Teman Seangkatan Pimpin Polda Kaltim dan Metro

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 07:25 WIB
Grafis istimewa
Grafis istimewa

KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Perjalanan karier Suyudi Ario Seto hingga menjadi Kapolri tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari generasi Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 yang kini banyak mengisi posisi strategis di tubuh Polri maupun penugasan pemerintahan.

Angkatan yang sama dengan Suyudi tersebut telah melahirkan sejumlah perwira tinggi dengan pangkat mulai dari Irjen, Komjen, hingga Jenderal Polisi.

Suyudi sendiri menjadi alumni Akpol 1994 dengan posisi tertinggi setelah dilantik sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026. Ia kini menyandang pangkat Jenderal Polisi sebagai pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara.

Baca Juga: Si Cantik Dewi Yuali Istri Komjen Suyudi Ario Seto, Ternyata Sama-sama Lulusan Akpol 1994

Menariknya, dua nama dari angkatan yang sama juga memiliki posisi penting yang berkaitan langsung dengan wilayah dan pusat pemerintahan. Irjen Pol Endar Priantoro dipercaya sebagai Kapolda Kalimantan Timur, sedangkan Komjen Pol Asep Edi Suheri menjabat Kapolda Metro Jaya.

Keduanya sama-sama merupakan bagian dari perjalanan panjang angkatan Akpol 1994 bersama Suyudi.

Dari Satu Angkatan ke Berbagai Posisi

Di level bintang tiga, sejumlah alumni Akpol 1994 telah mencapai pangkat Komisaris Jenderal Polisi.

Roycke Harry Langie dipercaya sebagai Astamaops Kapolri dan tetap berada dalam struktur Polri.

Sementara itu, Nico Afinta menjalankan penugasan sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum. Ada pula Dwiyono yang dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Nama lain adalah Rudi Setiawan, yang mendapat penugasan sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Di lingkungan Polri, Asep Edi Suheri juga telah menyandang pangkat Komjen dan dipercaya memimpin Polda Metro Jaya.

Dengan demikian, satu angkatan yang sama memiliki alumni yang tersebar di berbagai posisi strategis, baik di internal Polri maupun melalui penugasan pada kementerian.

Kapolda Kaltim dan Kapolda Metro Jaya Satu Angkatan

Bagi masyarakat Kalimantan Timur, salah satu nama yang menarik perhatian adalah Irjen Pol Endar Priantoro.

Endar merupakan alumni Akpol 1994, sama seperti Suyudi. Saat ini ia dipercaya memimpin Polda Kalimantan Timur sebagai Kapolda Kaltim.

Posisi tersebut membuat Endar menjadi salah satu perwira satu angkatan dengan Kapolri yang kini memegang kendali kepolisian di wilayah strategis, termasuk daerah yang menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sementara itu, di Jakarta, ada Komjen Pol Asep Edi Suheri yang juga berasal dari Akpol 1994. Ia dipercaya memimpin Polda Metro Jaya, salah satu wilayah kepolisian dengan kompleksitas tugas yang tinggi.

Kehadiran Endar di Kaltim dan Asep di Metro Jaya menunjukkan bagaimana alumni Akpol 1994 tersebar pada sejumlah simpul penting kepolisian nasional.

Baca Juga: Profil Lengkap Komjen Suyudi Ario Seto: Calon Kapolri yang Pernah Pimpin Polda Banten dan BNN

Harapan MUI

Pergantian pucuk pimpinan Polri membawa sejumlah harapan dari masyarakat. Setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyampaikan sejumlah catatan mengenai pembenahan institusi kepolisian.

Suyudi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan langsung menyandang pangkat Jenderal Polisi. 

Anwar berharap kepemimpinan baru Polri tidak hanya ditandai pergantian pejabat. Menurut dia, pembenahan internal dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat perlu menjadi perhatian.

Ia berharap kepolisian semakin mendapatkan kepercayaan masyarakat serta mampu menjalankan tugas penegakan hukum secara profesional.

Salah satu hal yang disorot Anwar adalah dugaan praktik pungutan liar dalam pelayanan publik. Ia menyebut layanan seperti pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), hingga praktik yang dikenal sebagai "tilang damai".

Baca Juga: Tiga Perintah Presiden Prabowo untuk Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto

Menurut Anwar, pelayanan kepolisian semestinya berlangsung transparan dan sesuai prosedur. Masyarakat yang membutuhkan layanan juga diharapkan memperoleh kepastian tanpa harus menghadapi praktik di luar ketentuan.

 

 

=

Editor : Uways Alqadrie
Akpol angkatan 1994 istri jenderal Suyuti Ario Seto Kapolri Jenderal Suyuti Ario Seto kapolda kaltim kapolda metro jaya