KALTIMPOST.ID,TEL AVIV-Kisah penyelamatan penerbangan FlyDubai rute Dubai menuju Tel Aviv pada Rabu lalu kian terkuak. Kombinasi ketabahan kapten pilot yang terluka serta keberanian para penumpang sipil berhasil menggagalkan upaya penjatuhan pesawat dan menyelamatkan seluruh 182 nyawa di dalamnya.
Aksi penyelamatan bermula saat pesawat jenis Boeing 737 tersebut mendadak menukik tajam menuju kawasan gurun pasca-penyerangan di dalam kokpit. Meski menderita luka tikaman dan pendarahan hebat, sang kapten pilot asal India, Smit Machchhar, berhasil membuka pintu kokpit dari dalam. Tindakan krusial ini memungkinkan para penumpang merangsek masuk untuk membantu.
Baca Juga: Daftar Lengkap 26 Anggota Wantimpres yang Dilantik Prabowo, Ada Pratikno hingga Rocky Gerung
Di tengah situasi panik, seorang tukang ledeng (plumber) asal Israel, Yaniv Hayoun, bersama beberapa penumpang lainnya langsung melumpuhkan kopilot yang mengamuk. Hayoun bahkan memberanikan diri mengambil alih kendali penerbangan sementara waktu.
"Saya bertanya padanya bagaimana dia bisa melakukannya, dan dia menjawab, 'Saya sering menonton film-film tentang bencana penerbangan,'" ungkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menirukan ucapan Hayoun saat diwawancarai media asing, dikutip Jumat (2/10).
Baca Juga: Persikutim United Siap Bertarung di Liga Nusantara 2026, Tujuh Laga Digelar di Stadion Kudungga
Sementara itu, seorang dokter gigi bernama Dr. Shota Musayev bertindak cepat memberikan pertolongan medis darurat kepada Kapten Machchhar yang terbaring di lantai kabin. Setelah pertarungan sengit selama beberapa menit, penumpang berhasil mengikat tangan pelaku menggunakan kabel penyuara kuping (headphone). Pesawat akhirnya berhasil distabilkan oleh kru pelatih dan mendarat darurat di wilayah Tabuk, Arab Saudi.
Setibanya di Tel Aviv pada Rabu malam, para penumpang disambut hangat oleh warga dan pejabat negara. PM Netanyahu menyambut langsung Yaniv Hayoun yang masih mengenakan kemeja bersimbah darah dan secara terbuka merekomendasikannya untuk menerima Penghargaan Presiden untuk Keberanian Sipil. Di tempat terpisah, PM India Narendra Modi juga memuji Kapten Smit Machchhar sebagai pahlawan besar.
Baca Juga: Soal 35 Persen Suara Menteri, Rektor Terpilih Unmul: Semua Calon Tahu Sejak Awal, Silakan Gugat
Hingga saat ini, otoritas lintas negara—termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Israel, serta didukung AS dan Oman—masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi identitas resmi pelaku dan mengungkap motif di balik aksi teror tersebut.(*)
Editor : Thomas Priyandoko