KALTIMPOST.ID-Kemarau panjang mulai terasa di meja makan warga Kaltim. Di Pasar Pandansari, Balikpapan, harga cabai kualitas bagus menembus Rp 95 ribu per kilogram, lebih dua kali lipat dibandingkan harga normal yang sebelumnya berada di kisaran Rp 35 ribu–Rp 40 ribu.
Kenaikan harga itu dirasakan pedagang sejak sekitar dua bulan terakhir. Hasrul, pedagang sayuran di Pasar Pandansari, mengatakan cabai kualitas bagus kini dijual sekitar Rp 90 ribu per kilogram. Sementara cabai dengan kualitas berbeda berada di kisaran Rp 75 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram.
“Dari kemarin-kemarin Rp 35 ribu, Rp 40 ribu. Sekarang Rp 90 ribu kilogram kalau yang bagus,” kata Hasrul saat ditemui, Kamis (1/10).
Menurutnya, kemarau panjang membuat tanaman cabai kekurangan air. Dampaknya, hasil panen di daerah pemasok ikut berkurang. Pasokan ke Pasar Pandansari memang masih datang hampir setiap hari, tetapi volumenya tidak sebanyak sebelumnya.
Baca Juga: Seleknas Timnas Bola Tangan Putri di Balikpapan, 21 Atlet Berebut 16 Tiket ke IHF Nations Trophy
“Kalau cabai itu kemarau jadi cuma kurang air, kurang siram. Cuma karena kemaraunya panjang kan,” ujarnya.
Kondisi serupa disampaikan Asdar, pedagang lainnya. Harga cabai disebut bergerak naik-turun dalam beberapa hari, tetapi kecenderungannya terus meningkat sepanjang kemarau.
Dalam satu periode, harga bisa naik sekitar Rp 5 ribu, kemudian turun Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu, sebelum kembali mengalami kenaikan. “Biasa dua hari saja turun, dua hari naik lagi. Tapi sepanjang kemarau kebanyakan naik,” kata Asdar.
Di sisi pasokan, pedagang menyebut cabai yang dijual di Pasar Pandansari mayoritas didatangkan dari Sulawesi dan sebagian dari Surabaya. Cabai lokal juga tersedia, tetapi jumlahnya terbatas sehingga harganya cenderung lebih tinggi.
Bagi pedagang, berkurangnya pasokan membuat mereka harus lebih berhati-hati mengambil barang. Harga yang tinggi dikhawatirkan menekan daya beli sehingga cabai yang sudah dibeli dalam jumlah besar tidak terserap pasar.
“Dapatnya agak berkurang stoknya. Soalnya kalau ambil barang banyak dari sana, takutnya enggak laku di sini,” ujar Asdar.
Baca Juga: PKD Mahulu 2026 Bukan Sekadar Panggung Budaya, UMKM dan Ekonomi Kreatif Ikut Dapat Ruang Promosi
Tekanan harga tidak hanya terjadi pada cabai. Tomat yang sebelumnya dijual sekitar Rp 10 ribu per kilogram kini berada di kisaran Rp 15 ribu. Bahkan, menurut Asdar, harga tomat sempat mencapai Rp 18 ribu per kilogram.
Kenaikan tersebut mulai mengubah pola belanja konsumen. Hasrul mengatakan pembeli kini cenderung mengurangi jumlah cabai yang dibeli.
Jika sebelumnya masyarakat dapat membeli dalam jumlah lebih banyak, kini sebagian memilih membeli seperempat hingga setengah kilogram. “Setengah ada. Hampir begitu,” ujarnya.
Pedagang pun mencari cara agar tetap bisa menjual cabai di tengah harga yang tinggi. Salah satunya dengan mencampur cabai dengan kualitas berbeda sehingga harga jual masih dapat dijangkau konsumen. “Cari yang agak jelek-jelek aja. Kalau yang begini enggak bisa kita jualnya, bagus. Paling di-oplos,” kata Hasrul. (rd)
Editor : Romdani.