Amukan Api di Danau Aji Tenggarong Hanguskan Permukiman Padat Belakang SD Muhammadiyah

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 19:28 WIB
Kobaran api dan asap hitam pekat membumbung tinggi melalap permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Danau Aji hingga Jalan Pesut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Senin (5/10/2026) petang. (Foto: IST)
Kobaran api dan asap hitam pekat membumbung tinggi melalap permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Danau Aji hingga Jalan Pesut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Senin (5/10/2026) petang. (Foto: IST)

TENGGARONG - Suasana tenang menjelang waktu petang di kawasan Jalan Danau Aji mendadak berubah mencekam, Senin (5/10/2026). Amukan si jago merah melalap permukiman padat penduduk yang tersambung hingga ke Jalan Pesut, persis di seberang Makam Kelambu Kuning, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Percikan api terpantau pertama kali berkobar sekitar pukul 17.00 WITA. Sumber titik api diduga kuat berasal dari salah satu kediaman yang posisinya berada di belakang SD Muhammadiyah Tenggarong.

Hembusan angin sore yang bertiup kencang membuat kobaran api cepat membesar dan tak terkendali. Ditambah lagi, mayoritas bangunan di lokasi musibah berbahan kayu kering sehingga api leluasa menjalar dari atap ke atap dalam sekejap mata.

Kepanikan massal tak terhindarkan saat asap hitam pekat mulai menyelimuti langit Tenggarong. Warga berhamburan keluar ke badan jalan sambil menuntun anggota keluarga mereka menjauhi kepulan asap.

Banyak penghuni rumah berjibaku mengevakuasi surat-surat berharga serta barang perabotan yang masih sempat diselamatkan. Suara runtuhan seng yang melepuh berpadu dengan jerit kepanikan warga di sepanjang gang sempit.

Baca Juga: TPA Janju Paser Terbakar Empat Hari, Asap Pekat Masih Membubung dan Titik Api Sedalam 7 Meter

Salah seorang warga bernama Rudi yang berada di tempat kejadian menceritakan detik-detik saat amukan api mulai merembet. Ia melihat titik merah sudah membubung tinggi dari arah belakang rumah warga sebelum menjalar ke area sekitarnya.

"Api pertama kali terlihat dari bagian belakang rumah warga. Dalam waktu singkat, kobaran api langsung membesar dan asap tebal membumbung tinggi," ungkap Rudi di tengah kepanikan warga.

Menurut penuturan Rudi, struktur permukiman di kawasan tersebut memang tergolong padat dengan banyak rumah panggung berbahan kayu. Kondisi inilah yang memicu lidah api sangat cepat meloncat ke hunian tetangga di sampingnya. "Warga masih panik karena api terus membesar dan merambat ke bangunan di sekitar. Kami berharap pemadam segera menguasai kobaran api," tutur Rudi dengan nada cemas.

Tak berselang lama, deru sirine armada pemadam kebakaran bersama puluhan relawan gabungan tiba di lokasi kejadian. Petugas langsung membentangkan selang-selang air panjang guna menyekat pergerakan api agar tidak merembet semakin luas.

Baca Juga: Bupati Kukar Pastikan Pembiayaan Kegiatan Tersedia sampai Akhir Tahun  

Hingga menjelang malam, petugas damkar masih terus berjibaku membasahi puing-puing bangunan yang membara. Sempitnya akses jalan permukiman sempat memberi tantangan bagi unit pemadam untuk mendekati episentrum kebakaran.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan instansi terkait masih mendata dampak musibah serta mengamankan area sekitar. Belum ada keterangan resmi terkait korban jiwa ataupun perkiraan total kerugian materiil akibat peristiwa kebakaran ini. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
kebakarang tenggarong tenggarong