KALTIMPOST.ID - Eksekusi Nidal Hasan, mantan psikiater Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), dijadwalkan berlangsung pada 3 Desember 2026. Rencana tersebut menjadi sorotan setelah Pentagon menyatakan proses eksekusi akan disiarkan secara langsung kepada publik.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan keputusan itu diambil agar masyarakat memahami konsekuensi dari serangan terhadap personel militer. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Donald Trump menyetujui pelaksanaan hukuman mati terhadap Hasan.
Dilansir dari Akurat.co, Jumat (9/10), seorang pejabat Pentagon mengonfirmasi bahwa eksekusi Nidal Hasan akan disiarkan secara langsung. Namun, perincian mengenai pelaksanaan siaran tersebut belum diumumkan.
Baca Juga: Aktor Bollywood Nana Patekar Tutup Usia, Ini Jejak Panjang Kariernya di Dunia Film India
Nama Nidal Hasan berkaitan dengan penembakan di pangkalan militer Fort Hood, Texas, pada 2009. Saat itu, Hasan masih bertugas sebagai psikiater Angkatan Darat AS.
Peristiwa tersebut menewaskan 13 orang dan melukai puluhan lainnya. Kasus itu kemudian diproses melalui pengadilan militer yang menjatuhkan hukuman mati kepada Hasan pada 2013.
Putusan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah AS untuk melanjutkan proses pelaksanaan hukuman mati setelah melalui tahapan hukum yang berlaku.
Presiden Donald Trump menyetujui pelaksanaan hukuman mati terhadap Hasan atas rekomendasi Pete Hegseth. Eksekusi direncanakan menggunakan regu tembak, berbeda dari metode suntik mati yang sebelumnya diputuskan dalam proses peradilan militer.
Baca Juga: realme 16 Pro 5G Harry Potter Edition, Kemewahan Dunia Sihir dalam Genggaman
Perubahan metode tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian dalam kasus ini. Pelaksanaan eksekusi oleh militer AS juga tergolong sangat jarang.
Menurut laporan AFP, jika terlaksana sesuai jadwal, eksekusi Hasan akan menjadi eksekusi militer pertama di AS sejak 1961.
Rencana penayangan eksekusi Nidal Hasan kepada publik menambah perhatian terhadap kasus Fort Hood yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Hegseth menyatakan masyarakat akan diberi kesempatan untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman tersebut. Sementara itu, pejabat Pentagon menyebut siaran langsung akan dilakukan, tetapi perincian teknisnya akan diumumkan kemudian.
Dengan jadwal yang ditetapkan pada 3 Desember 2026, perhatian kini tertuju pada persiapan pelaksanaan hukuman dan pengumuman resmi Pentagon mengenai mekanisme penayangannya.***
Editor : Dwi Puspitarini