Kepungan Asap Karhutla Masih Hantui Kaltim, BMKG Catat 1.084 Titik Panas

Dina Angelina • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 13:18 WIB
RAWAN: Kabut asap akibat karhutla menyelimuti kawasan Kalimantan Timur, Jumat (9/10/2026).
RAWAN: Kabut asap akibat karhutla menyelimuti kawasan Kalimantan Timur, Jumat (9/10/2026).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Timur menembus angka 1.084 titik per Kamis (8/10/2026). Kabupaten Paser mendominasi sebaran tersebut dengan 609 titik, disusul Kutai Kartanegara sebanyak 287 titik, dan Kutai Barat 109 titik.

Prakirawan Cuaca BMKG Ilham Fachturoni mengungkapkan, seluruh daerah di Kaltim masih berada dalam status sangat mudah terbakar sepanjang sepekan ke depan. Kondisi ini dipicu oleh minimnya potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Benua Etam.

Baca Juga: Kesiapan Porprov VIII Kaltim: Paser Kucurkan Rp 300 Miliar, Venue Ditarget Rampung Bulan Depan

"Berdasarkan data model cuaca terkini, belum terdapat potensi peningkatan curah hujan signifikan di Kaltim selama enam hari ke depan. Kondisi cuaca diprediksi dominan cerah berawan dan berawan," ujar Ilham, Jumat (9/10/2026).

BMKG pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan bersama dan menghindari aktivitas yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pasalnya, kepulan asap karhutla mulai berdampak nyata pada jarak pandang dan kebersihan udara di permukiman.

Baca Juga: Wapres RI Ini Punya Nama Sapaan Lain saat Sekolah di Luar Negeri

“Pada Jumat siang, kondisi cerah berawan disertai asap melanda hampir seluruh wilayah Kaltim. Kendati demikian, wilayah Balikpapan, Samarinda, Mahakam Ulu, dan Berau masih berpotensi mengalami hujan ringan pada siang hari,” terang Ilham.

Menjelang malam, cuaca Kaltim secara umum diprediksi cerah berawan hingga berawan. Namun, paparan udara kabur akibat sisa pembakaran lahan diproyeksikan bertahan di Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, dan Paser.

Potensi udara kabur dan pekat berasap ini diperkirakan kembali berlanjut hingga Sabtu (10/10/2026) dini hari. Wilayah yang paling berpotensi terdampak meliputi Kutai Barat, Kutai Timur, serta Mahakam Ulu.

Selain tiga daerah dengan sebaran karhutla tertinggi, BMKG merinci kemunculan titik panas di kabupaten dan kota lainnya. Rinciannya meliputi Kutai Timur sebanyak 59 titik, Berau 15 titik, Penajam Paser Utara 3 titik, serta Balikpapan 2 titik.

Dampak kabut asap ini mulai menekan mutu udara di Balikpapan. Mengacu pada data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, konsentrasi partikulat PM2,5 di Balikpapan menyentuh angka 85 atau berada di kategori sedang.

Sementara itu, pantauan aplikasi pemantau udara IQAir menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi. Indeks kualitas udara Balikpapan tercatat menembus skor 189, yang berarti telah masuk dalam kategori tidak sehat bagi masyarakat. (*)

Editor : Duito Susanto
karhutla Kaltim Kabut Asap Kaltim titik panas bmkg kualitas udara balikpapan ispu balikpapan