Taklukkan Panas dan Asap, Pelari Nasional Rebut Podium Juara Half Marathon di Bayan Run 2026

Oktavia Megaria • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:38 WIB
Noveldi Petingko (kanan) dan Dwi TA. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)
Noveldi Petingko (kanan) dan Dwi TA. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID-Panggung Bayan Run 2026 memang tak bisa dianggap remeh. Bukan hanya dari animo masyarakat akan kejuaraan ini, itu terlihat pula dari deretan nama yang mengisi daftar peserta tahun ini.

Salah satu nama yang membuat peserta terkagum adalah Noveldi Petingko. Ya, atlet lari nasional ini bukan hanya kembali hadir kedua kali di Bayan Run, dirinya bahkan sukses mempertahankan gelar juara di kategori half marathon putra.

Bagi peraih emas di ASEAN University Games 2024 itu, keikutsertaannya kali ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri.

“Rutenya memang sama dengan tahun lalu, tapi tahun ini ternyata lebih semangat seru lagi  Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi,” kata pelari asal Poso, Sulawesi Tengah itu.

Baca Juga: Asap Masih Selimuti Berau meski Titik Panas Karhutla Menurun, Diduga Kiriman dari Kalteng

Meski tak dimungkirinya, kondisi cuaca yang lebih panas ditambah kabut asap jadi tantangan tersendiri bagi seluruh peserta, khususnya dengan jarak 21K. Suhu panas ekstrem, bahkan membuat catatan waktu terbaiknya di kategori ini lebih lambat dibanding sebelumnya.

“Finisnya dengan catatan waktu 1 jam 11 menit, sebelumnya rekor saya 1 jam 8 menit. Mungkin karena panas juga, tapi saya juga belum ada target lagi untuk kejar PB (Personal Best) juga di Bayan. Yang penting amankan podium,” tambahnya.

Di sisi lain, tak ada persiapan khusus baginya untuk turun ke Bayan Run. Profesinya sebagai atlet, mengharuskannya selalu menjalani latihan dan selalu siap untuk race.

Setelah ini, Noveldi juga bakal kembali ambil bagian di Jakarta Running Festival (JRF) untuk kategori marathon. Sembari mempersiapkan diri untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara.

“Iya lagi persiapan karena bakal ikut ke beberapa event kayak JRF dan PON. Khusus PON tentu targetnya meraih medali,” ungkap peraih perunggu di PON 2024 kategori 10 kilometer itu.

Lain halnya dengan Noveldi, peraih podium utama half marathon putri, Dwi Tiansi Anggraini alias Dwi TA baru kali pertama ambil bagian dalam Bayan Run. Rasa bangga karena mendapat undangan secara langsung dari Bayan kian sempurna usai latihan yang dilakukan membuahkan hasil.

Baca Juga: Satu Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla di Berau, Kejari Tunggu Berkas Penyidikan 8 Perkara

“Alhamdulillah terbayarkan sesuai dengan apa yang dilatih selama ini. Meski persiapan khusus tidak ada karena memang tiap hari latihan, mau ada lomba atau tidak pun tetap latihan, jaga performa,” kata peraih juara satu pada Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 tersebut.

Sedikit bercerita soal pengalaman pertamanya melalui track di Balikpapan, tentu membuat Dwi sedikit kesulitan. Apalagi, beberapa medan yang naik turun dan tidak rata, membuatnya harus memacu stamina sedikit lebih keras.

“Apalagi ‘kan sekarang cuaca tidak bagus ya, asap dan berangin, sedikit lembab, pokoknya lengkap penderitaan,” terangnya.

Hal itu, kata Dwi, sangat berpengaruh bagi pernafasannya. Bahkan, ia sempat mengalami sedikit sesak ketika berlari.

“Karena mungkin saya tiap hari latihannya di Bandung ya, Bandung ‘kan dingin. Udara di sini jauh betul kayak ibarat langit dan bumi. Jadi benar-benar harus berjuang,” ungkapnya.

Walau begitu, Dwi sekali lagi berhasil menuntaskan race yang dia jalani. Dengan membuktikan diri sebagai juara di kategori bergengsi Bayan Run tahun ini.

Untuk selanjutnya, dirinya pun akan kembali bersiap menantang diri di PLN Electric Run 2026 di Jakarta. “Harapannya Bayan Run ini tiap tahun semakin seru dan jadi event tahunan yang bisa mengajak lebih banyak masyarakat. Biar pelari-pelari di luar Balikpapan pada berdatangan juga ke sini,” tutupnya. (rd)

Editor : Romdani.
Bayan Run 2026 Half Marathon ibu kota nusantara Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud Kutai Barat