12 Ribu Titik Api Mengancam Indonesia: Titik Api Mulai Mendekati IKN, DPR Warning Pemerintah

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:22 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi perhatian di tengah meningkatnya sebaran titik panas di Indonesia. 

Pemerintah diminta memperkuat langkah pencegahan dan penanganan agar kebakaran tidak meluas hingga mengancam kawasan ibu kota baru.

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendesak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengevaluasi penanganan karhutla secara menyeluruh.

Menurut dia, tingginya jumlah titik panas harus menjadi peringatan bagi pemerintah untuk segera memperkuat sistem pengendalian kebakaran.

Baca Juga: Siapa Saja Penerima Bansos Bermasalah Rp2,2 Triliun? BPK Temukan ASN, Judol hingga Warga Meninggal

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dikutip Bambang, terdapat 12.176 titik api di berbagai wilayah Indonesia. Sebarannya berpotensi memicu kabut asap di sejumlah pulau, termasuk Kalimantan. Dalam laporan tersebut, titik api juga disebut mulai mendekati kawasan IKN.

Bambang mengatakan penanganan karhutla tidak cukup mengandalkan pemadaman setelah api muncul. Upaya pencegahan perlu dilakukan secara terencana, terutama ketika memasuki musim kemarau yang biasanya berlangsung selama tiga hingga empat bulan.

Ia menilai kondisi vegetasi hutan perlu mendapat perhatian, termasuk menjaga kelembapan agar tidak mudah terbakar. Material kering di kawasan hutan, menurut dia, juga perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Selain pencegahan di darat, Bambang menyoroti keterbatasan sarana pemadaman melalui udara. Ia menyebut Kemenhut memiliki 21 pesawat jenis microlight yang digunakan untuk pengintaian.

Sementara itu, Indonesia disebut belum memiliki pesawat Bombardier CL-415 yang dapat digunakan untuk menjatuhkan air dalam operasi pemadaman.

Sebagai perbandingan, Bambang menyebut Malaysia telah menyiagakan dua pesawat Bombardier dan empat helikopter Mil Mi-17 untuk mendukung pengamanan wilayahnya yang mencapai sekitar 35 juta hektare.

Baca Juga: Bandara Riyadh Ditutup hingga 17 Oktober 2026, Serangan Houthi Ganggu Penerbangan Arab Saudi

Ia menilai anggaran Kemenhut yang mencapai Rp6 triliun perlu dimanfaatkan untuk memperkuat fasilitas pengendalian karhutla, termasuk pengadaan armada pemadam udara dan sistem penyiraman atau sprinkler modern.

Bagi IKN, peningkatan kesiapsiagaan menjadi penting untuk mengantisipasi risiko kebakaran dan asap yang dapat mengganggu kawasan ibu kota baru.

Penguatan pemantauan titik panas, pencegahan sejak dini, serta kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko karhutla.

 

Editor : Uways Alqadrie
karhutla telah di ikn dpr ri IKN basuki hadimoeljono Badan Otorita IKN