Daftar 18 Provinsi yang Terpantau Kabut Asap Karhutla: Termasuk Malaysia, Singapura, dan Filipina

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:51 WIB
Asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terpantau mulai menyelimuti wilayah Malaysia. (FOTO: IST)
Asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terpantau mulai menyelimuti wilayah Malaysia. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau menyebar ke sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur.

Pergerakan asap bahkan melintasi batas negara hingga mencapai Singapura dan Malaysia, dengan kualitas udara di sejumlah kawasan dilaporkan berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Berdasarkan pemantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Selasa (13/10/2026) pukul 08.00 WIB, sebaran asap terdeteksi di berbagai provinsi di Sumatra, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

Baca Juga: BYD Atto 1 Jadi Mobil Terlaris September 2026, Avanza dan Innova Kalah dari Mobil China

Arah pergerakan asap dipengaruhi angin yang secara umum bertiup dari timur tenggara menuju barat laut hingga utara. Kondisi tersebut memungkinkan asap dari kawasan terdampak bergerak melintasi wilayah lain, bahkan menyeberangi perbatasan negara.

Di Kalimantan, sebaran asap terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Asap dari kawasan Kalimantan juga dilaporkan bergerak menuju Sabah, Semenanjung Malaysia, dan Singapura.

Sementara itu, asap dari Sumatra terpantau bergerak ke arah Semenanjung Malaysia dan Singapura. Pergerakan asap lintas batas ini dikenal sebagai transboundary haze.

Laporan ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) pada Senin sore menyebut kabut asap dengan intensitas sedang hingga tebal teramati di sebagian Kalimantan, Sarawak, Singapura, bagian selatan Semenanjung Malaysia, serta wilayah tengah dan selatan Sumatra.

Dampaknya turut dirasakan di negara tetangga. Sejumlah stasiun pemantauan kualitas udara di wilayah Borneo, Semenanjung Malaysia, Singapura, serta Sumatra bagian tengah dan selatan melaporkan kondisi udara pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Selain dari Kalimantan dan Sumatra, asap dari Papua Nugini terpantau bergerak menuju Papua Selatan. Adapun titik panas terdeteksi di Kalimantan dan Sumatra Selatan, sementara wilayah lain di kawasan ASEAN bagian selatan hanya mencatat sedikit titik panas.

Baca Juga: Belum Genap 24 Jam Menjabat Kapolresta Sleman, Kombes Nanang Haryono Sudah Dimutasi

ASMC menyatakan pemetaan menyeluruh terhadap titik panas dan sebaran asap masih terkendala tutupan awan. Karena itu, cakupan sebenarnya dari wilayah yang terdampak belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Di kawasan ASEAN bagian utara, hujan masih terpantau di sejumlah wilayah. Namun, bagian utara dan tengah subwilayah Mekong relatif lebih kering. Aktivitas titik panas di kawasan tersebut dilaporkan masih rendah.

 

Editor : Uways Alqadrie
dampak kabut asap kabut asap di Malaysia karhutla di Indonesia satelit BMKG bmkg